Friday, September 7, 2007

Sai Inspires - 7th September 2007




Be assured that the Lord has come to save the world from calamity. Your duty is to keep calm, to pray for the happiness and prosperity of all. Do not pray for your own exclusive happiness and say, "Let the rest of the world go to pieces." You cannot be happy when the rest of mankind is unhappy. You are an organic part of the human community. Share your prosperity with others; strive to alleviate the sufferings of others. That is your duty.



Yakinilah bahwa Tuhan telah datang untuk menyelamatkan dunia ini dari kehancuran. Tugasmu adalah bersikap tetap tenang, berdoa demi kebahagiaan dan kesejahteraan semuanya. Janganlah engkau hanya mendoakan dirimu sendiri sembari berkata, “Biarkan saja seisi dunia (orang lain – red) tercerai-berai.” Ketahuilah bahwa engkau tak akan bisa berbahagia apabila orang lain (umat manusia pada umumnya) juga berada dalam kondisi yang tidak bahagia. Engkau adalah bagian organik dari komunitas kemanusiaan. Bagikanlah kemakmuranmu dengan yang lain; berjuanglah untuk meringankan beban penderitaan sesamamu. Inilah tugas utamamu.



- Divine Discourse, March 17, 1961.

Thursday, September 6, 2007

Sai Inspires - 6th September 2007




Human virtues cannot be acquired from others. They cannot be nourished from mere study of books. Nor can they be acquired ready- made from teachers. They have to be cultivated by each person and the resulting joy has to be experienced by him. The world sorely needs today human values. Attempts are being made to promote these values in the educational field. But they cannot be promoted through materialistic, worldly or scientific means. Without developing devotion to God no human quality can grow. The first requisite is faith in God.



Sifat-sifat kebajikan (manusia) tidak bisa diperoleh dari orang lain. Ia juga tidak akan bisa dihasilkan melalui pembelajaraan atas buku-buku tekstual maupun dari para tenaga pendidik. Ia hanya bisa dikembangkan di dalam diri setiap individu; dimana ia akan menghasilkan kegembiraan yang hanya bisa dirasakan oleh masing-masing. Saat ini, dunia sangat membutuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Berbagai upaya sedang dilakukan untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut dalam lapangan pendidikan. Tetapi ketahuilah, bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak akan bisa dipromosikan melalui upaya-upaya yang berbau materialistik, keduniawian maupun secara ilmiah. Tanpa mengembangkan bhakti (devotion) kepada Tuhan, maka tiada kualitas kemanusiaan yang bisa berkembang. Jadi, prasyarat yang pertama adalah keyakinan kepada Sang Ilahi.



- Divine Discourse, September 26, 1987.

Wednesday, September 5, 2007

Sai Inspires - 5th September 2007




The individual, the society and the nation constitute an inextricably linked organism. The peace and welfare of the nation depends on the peace and progress of society, which, in turn, are dependent on the peace and good conduct of individuals. Unless individuals develop mutual regard and tolerance, and cultivate equal-mindedness towards each other, there can be no peace and harmony in the community. Material progress alone cannot bring about peace and harmony and happiness among people.



Individu, masyarakat dan bangsa merupakan organisme yang saling berketerkaitan. Kedamaian dan kesejahteraan suatu bangsa tergantung pada kedamaian dan kemajuan masyarakatnya, yang mana pada gilirannya, bergantung pada kedamaian dan perilaku bajik dari masing-masing individunya. Tidak mungkin akan tercipta kedamaian dan keharmonisan dalam lingkungan masyarakat apabila para individunya tidak mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi dan tenggang-rasa. Kemajuan materialistik saja tidak akan bisa menghasilkan kedamaian, keharmonisan dan kebahagiaan.


- Divine Discourse, May 12, 1984.

Tuesday, September 4, 2007

Sai Inspires - 4th September 2007




God's love is pure and simple. His greatest gift is His love...Do not calculate what you have offered to God in terms of money or otherwise. Whatever you offer, consider only the feeling with which you offered it. Even a small tulasi leaf offered with love becomes a great offering to the Lord. Offer anything with a full and loving heart. By offering with love, you become the embodiment of love...Identify yourself with the name and form of the Divine of your choice. You may carry on all your normal daily duties, but keep in mind always the name of the Lord. That is the injunction of Lord Krishna.



Cinta-kasih Ilahi bersifat murni dan sederhana. Pemberian-Nya yang paling berharga adalah cinta-kasih-Nya.... Janganlah memperhitungkan pemberianmu kepada-Nya dalam besaran uang atau sejenisnya. Apapun juga yang engkau persembahkan, yang terpenting adalah perasaan yang menyertai pemberianmu tersebut. Bahkan apabila engkau hanya mempersembahkan sehelai daun tulasi yang dilakukan dengan penuh cinta-kasih, maka pemberian tersebut akan menjadi persembahan yang sangat berharga bagi Tuhan. Yang terpenting adalah pemberianmu harus dilakukan dengan hati yang penuh cinta-kasih. Dengan demikian, engkau akan menjadi perwujudan cinta-kasih... Identifikasikanlah dirimu dengan nama dan rupa Sang Ilahi yang menjadi pilihanmu. Engkau boleh melaksanakan tugas seharianmu, namun senantiasalah ingat nama Tuhan di dalam batinmu. Inilah perintah Batara Krishna.



- Divine Discourse, August 25, 1997.

Monday, September 3, 2007

Sai Inspires - 3rd September 2007




When dirty water gets mixed with milk, the milk has to be boiled to make it pure. Likewise man has to undertake various types of Sadhana to purge his heart of impurities. Exercises such as meditation, chanting, etc. can only provide mental satisfaction. It is only when the heart is melted in the heat of Divine love that one can succeed in getting rid of bad qualities and make the heart shine in its pristine effulgence. Just as the sun's rays can burn a heap of cotton if the rays are concentrated by passing through a lens, the rays of the intellect will destroy one's bad qualities only when they are passed through the lens of Divine love.



Ketika air yang kotor tercampur dengan susu, maka susu tersebut perlu dimasak agar dapat membuatnya murni kembali. Demikian pula, manusia harus melaksanakan berbagai bentuk sadhana agar dapat menyingkirkan ketidak-murnian di dalam hatinya. Latihan-latihan spiritual seperti meditasi, chanting (pengkidungan Veda/mantra/paritta/sutra), dan lain-lain, hanya akan memberikan kepuasan mental. Kualitas-kualitas yang negatif hanya bisa disingkirkan apabila hatimu telah dipanaskan oleh cinta-kasih Ilahi, sehingga dengan demikian, hatimu akan bersinar terang-benderang. Seperti layaknya cahaya mentari yang bisa membakar tumpukan kapas melalui berkas cahayanya yang dikonsentrasikan melalui kaca pembesar; demikian pula, cahaya intellect yang dikonsentrasikan melalui lensa cinta-kasih Ilahi, mampu membakar kualitas negatif yang engkau miliki.



- Divine Discourse, October 24, 1992.

Sai Inspires - 2nd September 2007




The astonishing progress of science and technology has not brought with it corresponding powers of discrimination and wisdom. Man must realize that the sense organs, through which he explores the external and discovers the powers latent in Nature and the physical universe, function because of the Divinity which is immanent in them. Without the power of the Divine, the eyes cannot see or the ears hear or the mind think.



Kemajuan pesat yang dicapai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi ternyata tidak disertai dengan kemajuan dalam kemampuan diskriminatif dan kebijaksanaan manusia. Hendaknya engkau menyadari bahwa kekuatan yang melatar-belakangi kemampuan panca indera – untuk mengeksplorasi dunia eksternal serta menemukan kekuatan yang latent terdapat di alam semesta – berfungsi sebagai akibat adanya Divinity di dalamnya. Tanpa adanya kekuatan Ilahi, organ mata tidak akan bisa melihat, telinga tak akan bisa mendengar dan pikiran tak akan sanggup berpikir.



- Divine Discourse, May 12, 1984.

Saturday, September 1, 2007

Sai Inspires - 1st September 2007




God needs nothing from anyone. God does not seek offerings, nor is pleased by them. The Divine is not different from you. It is your likes and dislikes that separate you from God. When you get rid of desires and aversions, you will realize your inherent Divinity. All the spiritual exercises one does or rituals one observes in offering worship can serve only to purify the mind and eliminate the ego. Mankind should strive for the ideal of human unity by recognizing the Divinity that is present in every human being.

Tuhan tidak membutuhkan apapun dari siapapun juga. Tuhan tidak mengharapkan persembahan, dan Ia juga tidak akan merasa senang dengan adanya persembahan. Sang Ilahi tidaklah berbeda darimu. Yang menjadi penyebab keterpisahan antara dirimu dengan-Nya adalah dikarenakan oleh rasa suka dan tidak-suka yang engkau miliki. Apabila engkau sanggup menyisihkan keinginan dan ketidak-sukaanmu, maka engkau akan menyadari sifat ke-Ilahi-anmu. Segala bentuk latihan spiritual ataupun ritual yang engkau lakukan hanya berfungsi untuk memurnikan batin serta mengeliminasi ego. Di samping itu, engkau perlu memperjuangkan idealisme tentang persatuan umat manusia, yaitu dengan cara mengenali Divinity yang hadir di dalam diri setiap orang.

- Divine Discourse, December 25, 1987.