Monday, June 15, 2009

Sai Inspires 14th June 2009


Recognize this truth. God is in all. When you hate another, you are hating the Lord. When you hate the Lord, you are hating yourself. When you inflict pain on another name, remember that the other is yourself, in another form with another name....Envy causes pain on those who are envied. When another's fortune is green, why should your eyes be red? Why get wild when another eats his fill?... Give up this vice of envy. Be happy when another is happy. That is more pleasing to the Lord than all the prayers you recite, all the flowers you heap on His picture or image, or even the hours you spend in silent meditation.

Ketahuilah kebenaran berikut ini. Tuhan meliputi semuanya. Ketika engkau membenci orang lain, engkau membenci Tuhan. Saat engkau membenci Tuhan, engkau membenci dirimu sendiri. Waktu engkau mengakibatkan penderitaan pihak lain, ingatlah bahwa orang lain tersebut adalah dirimu sendiri, dalam badan dan nama lain… Iri hati menyebabkan rasa sakit pada mereka yang dicemburui. Kalau keberuntungan orang lain berwarna hijau, mengapa matamu menjadi merah? Mengapa harus ribut kalau orang lain mendapatkan bagiannya?... Hilangkanlah sifat buruk iri hati ini. Berbahagialah saat orang lain berbahagia. Dengan melakukan itu saja sudah cukup untuk menyenangkan Tuhan dibandingkan dengan semua doa yang engkau lantunkan, atau dibandingkan dengan semua bunga yang engkau tumpukkan di gambar atau fotoNya, atau bahkan dibandingkan dengan waktu berjam-jam yang telah engkau habiskan dalam keheningan meditasi.

- Divine Discourse, Dec 24, 1980

Saturday, June 13, 2009

Sai Inspires 13th June 2009


The bumble bee can bore a hole in the hardest of the wood. But, when dusk intervenes while it is sipping the nectar from the lotus flower and as a result when the open petals close in on the bee, it finds itself imprisoned with no hope of escape. It does not know how to deal with softness. So too, the mind can play its tricks and jump about on any arena. When placed on the Lotus Feet of the Lord, it becomes inactive and harmless. To offer the mind entirely to the Lord, deep detachment from worldly desires is needed. Superficial devotion or shallow steadfastness cannot succeed.

Seekor tawon besar bisa membuat lubang pada kayu pohon yang paling keras. Namun, ketika rembang petang menjelang sementara si tawon masih sibuk mengisap madu dari bunga teratai, suasana senja membuat sang bunga mulai menguncupkan kelopak dengan si tawon masih di dalamnya, ia mendapatkan dirinya terperangkap tanpa harapan untuk bisa membebaskan diri. Si tawon tidak tahu harus bagaimana berhadapan dengan kelembutan madu. Demikian juga, pikiran bisa memainkan segala macam tipuan dan melompat-lompat di berbagai macam gelanggang. Ketika diletakkan di Kaki Padma Tuhan, ia menjadi tenang dan tidak membahayakan. Untuk menyerahkan pikiran sepenuhnya kepada Tuhan, ketidakterikatan yang mendalam dari ikatan kesenangan duniawi adalah sangat diperlukan. Persembahan yang tidak sungguh-sungguh atau kesetiaan yang dangkal tidak akan mencapai kesuksesan.

- Divine Discourse, Dec 24, 1980

Sai Inspires 12th June 2009


Do not pray to God for wealth, fame, positions of power or even for the fruits of your actions. The genuine seeker will pray for nothing else than God. This longing will fill all the acts he does in a day. Every wave of emotion, every tune of song and every beat of pulse will respond only to that wish. God is the basis on which this creation rests. The deepest yearning should be to experience that One, the basis, the Being, that has become. Be aware of the One, which manifests as many.

Jangan berdoa kepada Tuhan untuk meminta kekayaan, ketenaran, jabatan atau kekuasaan atau bahkan buah hasil perbuatanmu. Pencari spiritual yang sejati akan berdoa untuk meminta tiada lain Tuhan itu sendiri. Kerinduan ini akan selalu mengisi kegiatan yang ia lakukan sehari-hari. Setiap gelombang perasaan, setiap alunan lagu dan setiap detak jantungnya hanya untuk kerinduan akan Tuhan. Tuhan adalah tempat semua ciptaanNya bertumpu. Kerinduan yang paling dalam haruslah untuk menyadari bahwa Sang Tunggal, adalah sebagai dasar, Sang Pencipta, yang telah menjadikan semua. Sadarlah pada kehadiran Sang Tunggal, yang telah menjelma ke dalam semua ciptaanNya.

- Divine Discourse, 24 Apr 1980

Sai Inspires 11th June 2009


You must be ever engaged in the process of purifying the mind and clarifying the intellect. You have to free yourself from all prejudices and misunderstandings. You must speak softly and sweetly and give everyone the respect and attention due to them sincerely. Humility and tolerance must characterize your behaviour as a devotee. When the wind agitates the serene waters of a lake, wavelets dance all over its face and a thousand Suns sparkle. When calm descends and the waters are still, the shadow of the Sun within the lake is one full image.

Engkau harus selalu giat dalam proses pemurnian pikiran dan penjernihan kecerdasan. Engkau harus membebaskan dirimu dari segala macam prasangka dan kesalahpahaman. Engkau harus selalu bertutur kata dengan lemah lembut dan manis dan memberi hormat serta perhatian pada setiap orang dengan tulus. Kerendahan hati dan tenggang rasa harus mewarnai karaktermu sebagai seorang devotee. Ketika hembusan angin mengguncangkan ketenangan air danau, riak-riak gelombang menari-nari di permukaan danau dan memantulkan ribuan kerlap-kerlip Sang Surya. Ketika ketenangan itu datang dan air tersebut diam, bayangan Sang Surya di permukaan danau hanyalah satu dan bulat penuh.

- Divine Discourse, 29 March 1976

Sai Inspires 10th June 2009


Patience, Tolerance, fortitude, equanimity, fraternity...these will prove invaluable equipments in the pilgrimage to God. Do not distinguish between one fellow pilgrim and another on the basis of caste, creed or color. Do not divide them into friends and foes. Recognize the common traits, uniting efforts, and the basic divinity amongst all. Rich and poor, scholar and illiterate - these distinctions do not hold good for long, they are just outer frills. A flower radiates fragrance and charm, whether held in the right hand or the left. It does not limit that gift to some and deny it to others. Everyone who comes near, receives the fragrance.

Kesabaran, tenggang rasa, keuletan, ketenangan hati, persaudaraan… ini semua akan terbukti sebagai perlengkapan yang tak ternilai harganya dalam perjalanan spiritual menuju Tuhan. Jangan membeda-bedakan antara satu penganut spiritual dan yang lain berdasarkan golongan, keyakinan atau warna kulit. Jangan mengelompokkan mereka menjadi kawan dan lawan. Kenalilah persamaan sifat, berusahalah untuk bersatu, dan temukanlah keillahian hakiki yang ada di dalam diri setiap orang. Kaya dan miskin, terpelajar dan tidak – perbedaan tersebut tidak akan bertahan lama, itu semua hanyalah embel-embel luar. Sekuntum bunga menyebarkan aroma wangi semerbak dan memperlihatkan kecantikannya, di tangan manapun ia di pegang, tangan kiri atau kanan. Hal itu tidak akan membuat sang bunga hanya memberi aromanya pada satu orang dan tidak memberikannya pada orang lain. Siapa pun yang datang mendekat, akan merasakan aroma tersebut.

- Divine Discourse, Nov 23, 1975

Tuesday, June 9, 2009

Sai Inspires 9th June 2009


The task before each of one of us is to plant the seeds of Truth, Righteousness, Peace and Love in each heart. Foster these saplings and watch over them with love and care until they grow into trees yielding a rich harvest of sweet fruits. Sages who had succeeded in this beneficial culture have laid down the means and methods, the steps and slips, the helps and hindrances, that one has to consider. The swimmer has to push the water behind him so that he might proceed forward. So too, while attempting to march forward, one has to push back from him the evil thoughts, habits, deeds and impulses that crowd in. Believe in this conviction, instill faith in your heart and you will be assured of success.

Tugas yang menanti kita semua adalah untuk menanam benih Kebenaran, Kebajikan, Kedamaian dan Kasih dalam hati masing-masing. Rawatlah tunas-tunas pohon muda tersebut dan peliharalah dengan penuh kasih dan sayang sampai mereka tumbuh menjadi pohon-pohon yang akan menghasilkan panen buah-buahan yang manis. Orang-orang suci yang telah berhasil dalam pengembangan benih-benih tersebut telah menjabarkan arti dan cara, anak tangga dan jebakan-jebakan, pertolongan dan hambatan, yang harus dipertimbangkan oleh seseorang. Seorang perenang harus mengayunkan tangan ke dalam air ke belakang sehingga ia bisa meluncur ke depan. Demikian juga, seiring dengan usaha seseorang untuk maju, ia harus mendorong ke belakang semua pikiran, kebiasaan, perbuatan dan keinginan-keinginan buruk yang berkerumun di sekelilingnya. Yakinlah pada pendirian ini, bangunlah keyakinan dalam hatimu dan engkau pasti akan bisa meraih keberhasilan.

-Divine Discourse, Vol 13 Ch 19, Nov 23, 1975

Monday, June 8, 2009

Sai Inspires 8th June 2009


Today you must resolve to practice My advice, to follow My directives, to translate My message into acts of service and to engage in Sadhana. Adore your fellow being, the adoration reaches Me. Neglect him/her, you neglect Me. Of what avail is it to worship the Lord and to suppress your fellow-being? Love for God must be manifested as Love for fellow-beings and Love must express itself as Service. Through Love alone, Love that is acquired through spiritual practices, and shared with all can peace be attained by the individual as well as the nation.

Hari ini engkau harus bertekad untuk melaksanakan wejanganKu, untuk mengikuti petunjukKu, untuk menterjemahkan pesanKu ke dalam suatu bentuk pelayanan dan untuk bergiat dalam Sadhana. Kasihilah sesama manusia, rasa kasih tersebut akan sampai kepadaKu. Abaikanlah orang lain, maka engkau mengabaikan diriKu. Apa gunanya memuja Tuhan namun menindas orang lain? Rasa kasih terhadap Tuhan harus diwujudkan dalam bentuk Kasih terhadap orang lain dan Kasih tersebut harus dinyatakan dalam bentuk Pelayanan. Hanya melalui Kasih semata, Kasih yang diperoleh melalui latihan spiritual, dan dibagikan kepada semuanyalah maka kedamaian akan bisa didapatkan oleh orang itu dan akhirnya bagi negara pada umumnya.

-Divine Discourse, Vol 13 Ch 19, Nov 23, 1975