Monday, June 22, 2009

Sai Inspires 21st June 2009


Samkirtan is singing the Glory of God. It is the process of singing that originates in the heart... not from the lips or the tongue. It is the expression of the joyous thrill that wells up from the heart when the Glory of God is remembered. It is the spontaneous manifestation of the inner ecstasy. No attention is paid to the blame or praise that others may give. It does not seek the admiration or the appreciation of the listeners. It is sung for one's own joy, one's own satisfaction, for one's own delight. That type of singing alone is supreme.

Samkirtan adalah melantunkan lagu mengenai Keagungan Tuhan. Nyanyian itu bersumber dari dalam hati… bukan hanya dari bibir atau lidah semata. Lantunan tersebut adalah ungkapan dari kebahagiaan getaran jiwa yang meluap dari dalam hati ketika teringat akan Keagungan Tuhan. Hal itu merupakan perwujudan kegembiraan yang meluap-luap dari dalam diri yang terjadi dengan sendirinya. Ia tidak ambil pusing pada cercaan atau pujian yang mungkin diberikan orang lain. Ia tidak mencari pujian atau penghargaan dari pendengarnya. Lagu itu dinyanyikan demi kebahagiaan, demi kepuasan diri seseorang, untuk kegembiraan diri sejati. Jenis nyanyian tersebut adalah yang terbaik.

- Divine Discourse, Nov 14, 1976

Sunday, June 21, 2009

Sai Inspires 20th June 2009


Cast away the vice of egoism, the evil of greed and the poison of envy. When you seek joy from something outside you, remember that a joy far greater lies in wait within your own inner consciousness. When you are afraid of someone or something outside you, remind youself that the fear is born, fed and fertilized in your mind, and that you can overcome it by denying it. Faith in the Almighty God is the impregnable armour that the aspirant can wear, and people of all lands are aspirants, whether they know it or not. Be steady, do not waver, keep straight on, hold fast to the ideal without despair. Pray until God relents; do not turn away sadly if God does not shower Grace when you expect it.

Hilangkanlah sifat buruk keakuan, jahatnya keserakahan dan racun iri hati. Ketika engkau mencari kebahagiaan melalui benda-benda duniawi di luar dirimu, ingatlah bahwa kebahagiaan yang jauh lebih besar ada dan telah menunggu di dalam kesadaran dirimu. Ketika engkau merasa takut akan seseorang atau sesuatu di luar dirimu, ingatkan dirimu sendiri bahwa rasa takut itu lahir, tumbuh dan menjadi subur di dalam pikiranmu, dan bahwa engkau bisa mengalahkannya dengan menyangkalnya. Keyakinan pada Tuhan Yang Maha Kuasa adalah senjata yang tidak dapat dikalahkan yang bisa dipakai oleh pengikutNya, dan semua umat manusia di seluruh belahan dunia adalah pengikutNya, disadari atau tidak oleh mereka. Tetaplah teguh, jangan terombang-ambing, jagalah untuk selalu benar, bertahanlah untuk mengikuti keteladanan tanpa pernah putus asa. Berdoalah sampai Tuhan menjadi berbelas kasihan padamu; janganlah berpaling dalam kesedihan jika Tuhan belum mencurahkan AnugerahNya ketika engkau mengharapkannya.

- Divine Discourse, 1 Oct 1976

Friday, June 19, 2009

Sai Inspires 19th June 2009


When kama (desire) and krodha (anger) are rising in hot flames from the heart, how can the cool rays of Shanthi (peace), Sathya(truth), Ahimsa (non-violence) and Prema (love) emanate therefrom? This human birth is a rare chance. Use it for spreading joy, not grief. Of course it is natural for man to resent, to grow angry. You should not allow anger free and furious scope. The raging floods have to be restrained by bunds and dams so that the water may reach the sea without scouring the fields on either bank. You must set limits to your own anger and hatred, and honour those limits.

Ketika kama (hawa nafsu) dan krodha (amarah) meluap dengan panas yang berkobar dari dalam hati, bagaimana mungkin kesejukan cahayaShanthi (kedamaian), Sathya (kebenaran), Ahimsa (tanpa-kekerasan) dan Prema (kasih) bisa memancar darinya? Kelahiran sebagai manusia saat ini merupakan kesempatan yang sangat langka. Gunakanlah untuk menyebarkan kebahagiaan, bukan penderitaan. Tentu saja adalah suatu hal yang biasa bagi manusia untuk menjadi jengkel, kemudian berkembang menjadi marah. Engkau tidak boleh membiarkan kemarahan menjadi meledak bebas dan dahsyat. Banjir bandang yang mengamuk harus ditanggulangi dan dikendalikan dengan menggunakan penahan banjir dan bendungan sehingga air sungai bisa mengalir mencapai lautan tanpa harus menyebabkan kerusakan pada sawah dan ladang di kedua sisi aliran sungai. Engkau harus membatasi kemarahan dan kebencian, dan selalu berusaha menjaga supaya tidak melampaui batasan tersebut.

- Divine Discourse, 28 Aug 1976

Thursday, June 18, 2009

Sai Inspires 18th June 2009


To remove the evil of egoism, service is the most efficient instrument. Service will also impress on the person doing the service the Unity of all mankind. One who dedicates his/her time, skill and strength to service can never meet defeat, distress or disappointment, for service is its own reward. His words will be ever sweet and soft, his gestures ever revered and humble. He will have no foe, fatigue, or fear.

Untuk melenyapkan jahatnya keakuan, pelayanan tanpa pamrih adalah cara yang paling tepat. Pelayanan juga akan memberi pengaruh pada orang yang melakukannya dengan rasa Kesatuan di antara seluruh umat manusia. Orang yang meluangkan waktu, kemampuan dan kekuatannya demi pelayanan tidak akan menemui kegagalan, kesedihan atau kekecewaan, karena pelayanan tersebut adalah merupakan penghargaan itu sendiri. Kata-katanya akan menjadi selalu manis dan lembut, tingkah lakunya akan selalu penuh hormat dan sederhana. Ia tidak akan pernah dimusuhi, merasa lelah, atau takut.

- Divine Discourse, Aug 28, 1976

Wednesday, June 17, 2009

Sai Inspires - 17th June 2009


Give the body the attention it deserves, but not more. Some people advise that you should cultivate disgust towards it; but that is not beneficial. Tend it as an instrument, use it as a boat, a raft. Disgust is not a desirable attitude towards anything in God's creation. Everything is God's handiwork, an example of His Glory, His Majesty.

Berilah perhatian pada badan sesuai dengan kebutuhannya, namun jangan berlebihan. Beberapa orang menyarankan supaya engkau seharusnya mengembangkan rasa tidak suka atau jijik terhadapnya, namun hal itu bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Perlakukanlah badan sebagai alat, gunakanlah sebagai perahu, sebagai rakit. Rasa jijik atau tidak suka bukanlah sikap yang diinginkan bagi segala macam ciptaan Tuhan. Semuanya adalah buah karya Tangan Tuhan, pengejawantahan KeagunganNya, KebesaranNya.

- Divine Discourse, Aug 1, 1975

Sai Inspires - 16th June 2009


Carry on your highest duty to yourselves, following the four 'F's - Follow the Master, Face the Devil, Fight to the End and Finish the game....Love can make you gather the affection of mankind. Love will not tolerate any selfish aim or approach. Love is God, Live in Love. Then all is right; all can be well. Do not narrow it down into an instrument of restricted love. Expand your heart, so that it encompasses all.

Laksanakanlah tugas tertinggimu sendiri dengan mengikuti empat ‘F’ – Follow the Master (Ikutilah Pimpinanmu), Face the Devil(Hadapilah Kejahatan), Fight to the End (Berjuanglah sampai Akhir) dan Finish the game (Selesaikanlah permainan)… Kasih bisa membuatmu disayangi oleh banyak orang. Kasih tidak mengijinkan tujuan atau cara yang mementingkan diri sendiri. Kasih adalah Tuhan, Hiduplah dalam Kasih. Maka semuanya akan baik-baik saja; semua bisa menjadi bagus. Jangan mempersempit diri dengan hanya menjadi alat kasih yang terbatas. Luaskanlah hatimu, sehingga ia meliputi semuanya.

- Divine Discourse, Aug 1, 1976

Tuesday, June 16, 2009

Sai Inspires 15th June 2009


Desire is the worst enemy and it has to be canalized and reduced with determination until it ceases to bother you. Besides desire, anger and greed also have to be discarded, for they are present wherever there is desire. When you say "bowman", it is implied that there are arrows too with the bow. Thus desire is ever associated with anger and greed. Desire is bad even if it is for fame and authority. It is the avarice for power and pelf that ruins many a human life... Life is a long journey.Keep your hearts ever pure, steady and inclusive.Do not tarnish others hearts to make them narrow and vengeful.You must encourage opportunities to enlarge them and soften them through intensive social service.

Nafsu keinginan adalah musuh yang paling buruk dan mereka harus disalurkan dan dibatasi dengan penuh kebulatan tekad sampai mereka berhenti menganggumu. Selain nafsu keinginan, kemarahan dan keserakahan juga harus dibuang, karena mereka hadir dimanapun nafsu keinginan itu ada. Ketika engkau mengatakan “sang pemanah”, maka itu berarti bahwa ada panah bersama dengan busur. Demikian juga, nafsu keinginan adalah selalu dihubungkan dengan kemarahan dan keserakahan. Nafsu keinginan tetaplah buruk bahkan jika hal itu demi kemasyhuran dan kekuasaan. Adalah keserakahan akan kekuasaan dan kekayaan yang menghancurkan kehidupan banyak orang… Hidup adalah suatu perjalanan yang panjang. Jagalah supaya hatimu selalu murni, tetap teguh dan terbuka. Jangan mencemari hati orang lain sehingga menjadi terbatas dan penuh dendam kebencian. Engkau harus membuka kesempatan untuk membesarkan dan melembutkan mereka melalui pelayanan sosial yang sungguh-sungguh.

- Divine Discourse, Aug 8, 1976