Thursday, February 17, 2011

Sai Inspires - November 21, 2010

The common man is drawn by external pomp and apparent motives. So he judges the leelas (Divine sport) as common and even low. The inner meaning and purpose are not easily patent to all. But the Lord can never engage Himself in purposeless and paltry activities. His advent is for the uplift of the world from the morass of wickedness and unrighteousness, for fulfilling the needs of those devoted to Him, for the reestablishment of righteousness and morality, and for the revival of the Vedas. He has to take into account the merit acquired by each in previous lives and shower His grace accordingly. His leelas or Divine activities are so shaped that they suit the time, the person, the aspiration and the compassion which cause each shower of grace!

Orang yang awam akan gampang terkesima dan tertarik oleh kemegahan duniawi dan mudah memahami hal-hal yang gamblang. Maka orang tersebut menganggap bahwa Leela (permainan Illahi) sebagai hal yang biasa dan bahkan menganggapnya sebagai hal yang sepele. Makna batiniah dan tujuan permainan Illahi tersebut tidak dapat dijelaskan dengan mudah kepada semua orang. Namun Tuhan tidak akan pernah menyibukkan DiriNya dengan pekerjaan yang tanpa tujuan dan remeh semata. KedatanganNya adalah untuk mengangkat dunia dari rawa-rawa kejahatan dan ketidakbenaran, untuk memenuhi kebutuhan mereka yang telah mengabdi sepenuh hati padaNya, untuk menegakkan kembali kebenaran dan budi pekerti, dan demi kebangkitan Veda. Beliau harus memperhitungkan karma pahala masing-masing orang yang diperoleh pada kehidupan yang sebelumnya dan memberikan anugerahNya yang sepadan. Permainan Illahi atau kegiatan-kegiatan Tuhan diwujudkan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan waktu, orang yang menerima, cita-cita dan kasih sayang masing-masing yang menyebabkan setiap orang bermandikan anugerah sepatutnya!

- Bhagavatha Vahini, Chap 34.

Sai Inspires - November 20, 2010

For the protection of the world, for upholding Dharma (righteousness), for fulfilling the yearnings of devotees, He wills and assumes a special Form and moves in the world. He confers joy on the devotees by His Divine acts, which convince them of His Advent. They are thus confirmed in their faith and prompted to dedicate their activities to God and thus save themselves, and liberate themselves. On certain occasions, for resolving certain urgent crisis, God has incarnated with Forms embodying only a part of His Divinity, with some Divine powers and potentialities.

Untuk melindungi dunia, untuk menegakkan Dharma (kebenaran), untuk memenuhi kerinduan para pemujaNya, maka Tuhan berkehendak dan mengambil Wujud tertentu dan melangkah di dunia ini. Tuhan menganugerahkan kebahagiaan bagi para bhaktaNya melalui Permainan IllahiNya, yang meyakinkan mereka akan Kedatangan Tuhan. Dengan demikian maka para bhakta tersebut menjadi teguh dalam keyakinan dan bersedia untuk mempersembahkan segala kegiatan mereka untuk Tuhan, yang mana hal tersebut akan menyelamatkan diri mereka sendiri, dan pada akhirnya akan membebaskan diri mereka dari ikatan dunia. Pada saat-saat tertentu, untuk mengatasi keadaan yang mendesak, Tuhan telah menjelma kedalam Wujud tertentu yang mengambil hanya sebagian dari Aspek KetuhananNya, dengan beberapa kekuatan dan kemampuan Illahi.

- Bhagavatha Vahini, Chap 32.

Sai Inspires - November 19, 2010

From time immemorial, women of Bharat, by their adherence to ideals have bestowed joy on this land and hence occupy an exalted position, which is higher than that of men. Women of such exalted character have set great ideals of womanhood in Bharat. Only if the women come up in society, will the whole world turn sacred. There is nothing in this world that women cannot achieve. Recognising the nature of such women, we must encourage them and give them equal opportunities in society. However, in today's world, there is no encouragement for women to cultivate high ideals. In modern times, the ways of life have become so perverted that only evil thoughts, feelings and behaviour rule the roost.

Sejak dahulu kala, perempuan Bharat (bangsa India), berkat kepatuhan mereka pada suri teladan, telah memberikan kebahagiaan pada tanah ini dan karenanya mereka mendapatkan tempat yang mulia, lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan yang berkarakter mulia seperti itu telah menjadi contoh bagi kaum wanita di tanah Bharat. Hanya jika para perempuan mulia seperti itu muncul di tengah masyarakat, maka seluruh dunia akan berubah menjadi suci. Tiada satu pun di dunia ini yang tidak bisa dicapai oleh perempuan. Menyadari sifat-sifat perempuan yang mulia seperti itu, kita harus mendukung mereka sembari memberi kesempatan yang sama bagi mereka di masyarakat. Namun, dalam masyarakat yang telah tercemar seperti sekarang ini, tidak ada dukungan bagi para wanita untuk mengembangkan diri dan mencapai keteladanan yang utama. Di zaman modern ini, gaya hidup telah menjadi begitu menyimpang sedemikian rupa sehingga hanya pikiran yang jahat, perasaan yang jahat dan perilaku yang jahatlah yang berkuasa.

- Divine Discourse, 19 November 2001.

Monday, January 3, 2011

Sai Inspires - November 18, 2010

Every concrete manifestation of God is significant. There can be no higher or lower. The story of each one of them is elevating. Each is a complete manifestation. Listening to their stories may make you feel that one incarnation is grander and more sublime than another. It would appear as if you get more inspiration from one Avatar than another. But all are equally Divine and enigmatic. Every manifestation is suited to the time, the task, the circumstance and the need. Its form is in accordance with the purpose.

Setiap perwujudan Tuhan adalah penting. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Kisah masing-masing dari mereka bisa memberikan pencerahan. Masing-masing adalah perwujudan yang sempurna. Mendengarkan cerita mereka mungkin akan membuatmu merasa bahwa salah satu perwujudan tersebut lebih hebat dan lebih mulia daripada yang lain. Nampaknya engkau akan memperoleh lebih banyak inspirasi dari seorang Avatar (penjelmaan Illahi) dibandingkan dengan wujud Tuhan yang lain. Namun semua perwujudan Tuhan tersebut adalah sama Illahinya dan sama-sama penuh teka-teki. Setiap perwujudan itu sudah sesuai pada waktu, tugas, keadaan dan kebutuhannya. Wujudnya sesuai dengan tujuannya.

- Bhagavatha Vahini, Chap 32, "Puranas and Incarnations"

Sai Inspires - November 17, 2010

‘Bhagavatha’ connotes three sections of knowledge: (1) The glory and majesty of the incarnations of God, (2) The names of those who are fully devoted to God and (3) The intimate relationship between God and the godly. Wherever and whenever these three are found together, there we have the Bhagavatha. All that is visible is not beyond or outside God. To put it succinctly, everything is Bhagavatha!

‘Bhagavatha’ menjabarkan tiga bagian pengetahuan: (1) Kemuliaan dan keagungan dari penjelmaan Tuhan, (2) Nama-nama mereka yang penuh bhakti kepada Tuhan dan (3) Hubungan yang mendalam antara Tuhan dan bhaktaNya. Dimanapun dan kapanpun saat ketiga hal ini hadir bersama-sama, maka disanalah kita memiliki Bhagavatha. Segala sesuatu yang tampak, tidak ada yang melampaui atau diluar jangkauan Tuhan. Ringkasnya, semua adalah Bhagavatha!

- Bhagavatha Vahini, "The Bhagavatha Path", Chap 30.

Sai Inspires - November 16, 2010

A person driving a car concentrates on the road for he is anxious to save himself and others from accident. Fear is what induces single-mindedness in this case. Love is a greater force for achieving concentration. If you have steady and resolute love, your concentration becomes intense and unshakeable. Faith develops into love and love results in concentration. Prayer begins to yield fruit under such conditions. Pray using the Name as a symbol of the Lord, by keeping all the waves of the mind still. Let the performance of a duty be the only justification for your coming into the world. Hold fast to the Lord. The bhaktha (devotee) should never retract. Never give way to doubt or despair.

Seseorang yang mengendarai mobil berkonsentrasi pada jalan, karena ia menginginkan untuk menyelamatkan dirinya dan orang lain dari kecelakaan. Dalam hal ini, ketakutanlah yang menyebabkan seseorang berkonsentrasi hanya pada satu tujuan. Cinta-kasih adalah kekuatan yang lebih besar untuk mencapai konsentrasi. Jika engkau memiliki kemantapan cinta-kasih dan ketetapan hati yang pasti, konsentrasi menjadi sangat kuat dan tak tergoyahkan. Keyakinan berkembang menjadi cinta-kasih dan cinta kasih menghasilkan konsentrasi. Doa akan mulai menghasilkan buah, dalam kondisi seperti itu. Berdoa dengan men-chantingkan Nama Tuhan sebagai simbol Tuhan; sehingga menjaga semua gelombang pikiran menjadi tenang. Berdoalah sebagai suatu kewajiban, sebagai satu-satunya kebenaran untuk keberadaanmu di dunia ini. Berpegang teguh hanya kepada Tuhan. Bhaktha (pemuja) tidak boleh mundur. Jangan pernah memberi jalan untuk ragu-ragu atau putus asa.

- Divine Discourse, Nov 23, 1961

Sai Inspires - November 15, 2010

What you should offer to God through the fruit of your Sadhana(spiritual exercise) is the essence of good qualities, noble thoughts and love. The world itself will be benefited by an individual who has good conduct. If fire starts on one tree, it will not stop after burning that particular tree. It will spread and burn the entire wood. In the same manner, if there is one individual who has bad qualities, he will spoil the whole community in addition to ruining himself. On the other hand, if there is a plant which is full of fragrant flowers, it will fill the entire area with sweetness. In the same manner, even a single person with a noble code of conduct will not only improve himself but also will better the condition of the entire society around him through his noble deeds.

Apa yang seharusnya engkau persembahkan pada Tuhan sebagai buah Sadhana-mu (latihan spiritual) adalah esensi dari kualitas yang baik, pikiran mulia, dan cinta-kasih. Dunia ini akan diuntungkan oleh individu yang telah melakukan perbuatan baik. Jika api mulai membakar salah satu pohon di hutan, api itu tidak akan berhenti setelah membakar pohon tertentu. Api akan menyebar dan membakar seluruh hutan. Dengan cara yang sama, jika ada satu individu yang memiliki sifat buruk, ia akan mengganggu seluruh masyarakat di samping juga akan merusak dirinya sendiri. Di sisi lain, jika ada pohon yang penuh bunga harum, keharumannya akan mengisi seluruh area dengan aroma yang baik. Demikian juga, jika ada seorang individu yang memiliki sifat mulia, ia tidak hanya akan memperbaiki dirinya tetapi juga akan meningkatkan seluruh masyarakat di sekitarnya melalui perilakunya yang mulia.

- Divine Discourse, 13 Nov, 2007