Tuesday, September 30, 2008

Sai Inspires 30th September 2008 (What is the absolute practical step that we must take today and continue till the end, to merge in Him?)

Meditate on the Truth and you will find that you are but a sparkling bubble upon the waters. You owe your birth to God. You subsist on God and you merge in God. Every living thing has to reach that consummation. Do it now, take this first step: Purify the heart, sharpen the intellect and begin the recital of the name of the Lord. That will give you all that you need in due time. To plant the seed of faith, to nourish it, guard it and grow it - that is your duty. The rest is His look out.

Renungkanlah (bermeditasilah) terhadap Truth (kesunyataan/kebenaran), maka engkau akan menyadari bahwa dirimu adalah bagaikan gelembung-gelembung air. Engkau berhutang kepada Tuhan atas kelahiranmu. Engkau eksis di dalam Tuhan dan pada akhirnya akan bersatu kembali dengan-Nya. Setiap mahluk hidup kelak akan mempunyai akhir yang sama seperti itu. Oleh sebab itu, mulai lakukanlah sekarang dan ambillah langkah yang pertama, yaitu: sucikanlah hatimu, tajamkanlah akal budimu dan mulailah melaksanakan praktek namasmarana. Bila engkau melakukan ketiga hal tersebut, maka engkau akan siap pada saat dibutuhkan nanti. Kewajiban utamamu adalah menanam benih keyakinan, memeliharanya, melindunginya serta membesarkannya. Selebihnya biarkanlah Tuhan yang mengaturnya.

- Sri Sathya Sai Speaks, Vol I, Ch 13, Sep 1, 1958


Monday, September 29, 2008

Sai Inspires 29th September 2008 (How do we keep ourselves near and dear to Him, when we are unhappy about something that happens to us in our daily..

You must be wary of one impurity - intolerance of another's success, prosperity or progress. If you cannot help another, at least avoid doing him harm or causing him pain. That itself is a great service. What right have you to find fault with another or to talk evil of another? When you say that nothing can ever happen on earth without His will, why get annoyed or angry? Your duty is to cleanse yourself and engage in your own inner purification. That endeavor will bring you the co-operation of all good men and you will find strength and joy welling up within you.



Ada satu hal yang perlu engkau waspadai dalam kaitannya dengan noda batinmu, yaitu sikap dimana engkau merasa iri-hati terhadap kesuksesan, kesejahteraan ataupun kemajuan yang dicapai oleh orang lain. Jikalau engkau tidak bisa menolong pihak lain, maka setidaknya janganlah engkau melukai atau berbuat negatif terhadapnya. Sikap menahan diri seperti itu sudah merupakan seva yang bagus. Engkau sama sekali tidak mempunyai hak untuk mencari-cari kesalahan orang lain ataupun membicarakan kejelekannya. Ketika engkau mengatakan bahwa tak ada sesuatupun yang dapat terjadi tanpa kehendak-Nya, lalu mengapa pula engkau harus merasa jengkel ataupun marah? Tugas utamamu adalah membersihkan dirimu serta melibatkan dirimu dalam inner purification (pemurnian batin). Upayamu tersebut akan membuahkan kerja-sama dari semua orang saleh dan kelak engkau akan memperoleh kekuatan dan kebahagiaan yang memuncak di dalam dirimu sendiri.

- Sathya Sai Speaks, Vol I, Ch 12, Aug 2, 1958.

Sunday, September 28, 2008

Sai Inspires 28th September 2008 (How do we pass the tests that Swami gives us time and again?)

Be like a bee, drinking the nectar of every flower; not the mosquito drinking blood and distributing disease in return. First, consider all as children of the Lord, as your own brothers and sisters. Develop the quality of love, always seek the welfare of humanity. Love, and you will be loved in return. Hate will never be your lot, if you promote love and look upon all with love.



Jadilah seperti kawanan lebah, yang menghisap dan meminum nectar (sari) dari setiap bunga; sebaliknya janganlah menjadi nyamuk yang hanya suka menghisap darah serta menyebarkan penyakit. Pertama-tama, perlakukanlah setiap orang sebagai anak-anak Tuhan, sebagai saudaramu sendiri. Kembangkanlah kualitas cinta-kasih dan senantiasalah mengupayakan kesejahteraan umat manusia. Sebarkanlah cinta-kasih, maka engkau juga akan dicintai. Jikalau engkau senantiasa menjunjung-tinggi cinta-kasih serta memperlakukan setiap orang dengan penuh kasih-sayang, maka kebencian tidak akan menghampirimu.

  • Sathya Sai Speaks, Ch 5, Vol I, Feb 23, 1958.

Saturday, September 27, 2008

Sai Inspires 27th September 2008 (How should you deal with life when you are faced with discomforts and disagreements with others?)

The others are part of yourself; you need not worry about them. Worry about yourself; that is enough. When you become all right, they too will be all right. For, you will no longer be aware of them as separate from you. Criticizing others, finding fault with them - all this, comes out of egoism. Search for your own faults instead. The faults you see in others are reflections of your own personality traits. Pay no heed to little worries, attach your mind to the Lord. Then, you will be led on the company of good men and your talents will be transmuted.

Orang lain adalah bagian dari dirimu; engkau tidak perlu terlalu khawatir terhadap (kesalahan) mereka. Yang perlu engkau khawatirkan adalah dirimu sendiri; itu saja sudah cukup. Apabila engkau berada di jalan yang benar, maka pihak yang lainpun kelak akan menempuh jalan kebenaran. Dirimu sebenarnya tidaklah berbeda/terpisah dari yang lainnya. Sebagai akibat egoismemu, engkau mulai mengkritik atau mencari kesalahan orang lain. Padahal jauh lebih penting bagimu untuk mencari kesalahanmu sendiri. Kesalahan yang engkau lihat di dalam diri orang lain tiada lan adalah cerminan dari negativitas yang ada di dalam dirimu sendiri. Engkau tidak perlu terlalu khawatir atas persoalan-persoalan kecil, ingatlah selalu kepada Tuhan. Dengan demikian, maka engkau akan tertuntun dalam pergaulan yang saleh dan talentamu juga akan dimurnikan.


-Sri Sathya Sai Speaks, Vol 1, Ch 11, July 25 1958.

Friday, September 26, 2008

Sai Inspires 26th September 2008 ( What are the simple signs to gauge our progress?)

The first step in aatma vichara (Self-Enquiry) is the practice of the truth that whatever gives you pain, gives pain to others and whatever gives you joy, gives joy to others. Desist from any act in relation to others, which, if done to them will give you pain. Thus, a kind of reciprocal relationship will grow between you and others, and gradually you reach the stage when your heart thrills with joy when others are joyful and shudders in pain when others are sad. This is not the kind of affection towards those who are dear to you or to your kith and kin. This sharing of joy and grief with everyone will be automatic, immediate, universal. It is a sign of great spiritual advance.

Langkah pertama dalam aatma vichara (introspeksi diri/self-enquiry) adalah mempraktekkan kebenaran bahwa segala sesuatu yang menyakitimu pasti juga akan menyakiti orang lain dan bahwa apapun juga yang menyenangkanmu juga akan menyenangkan bagi yang lainnya. Oleh sebab itu, hindarilah tindakan terhadap pihak lain, yang apabila dilakukan akan menyakitimu. Dengan demikian, maka jenis hubungan timbal-balik ini akan terjalin di antara dirimu dengan orang lain, dan secara perlahan engkau akan mencapai suatu tahapan dimana hatimu akan merasa sangat senang ketika orang lain juga senang dan sebaliknya, merasa sedih ketika yang lainnya juga sedang bersedih hati. Perasaan seperti ini tidak hanya terbatas pada kalanganmu ataupun sanak-keluarga sendiri belaka. Perasaan saling berbagi kebahagiaan dan penderitaan dengan setiap orang ini akan bersifat otomatis, seketika dan universal. Hal ini merupakan pertanda kemajuan spiritual yang besar.

- Sri Sathya Sai Speaks, Vol 1, Ch 11, Jul 25, 1958.

Thursday, September 25, 2008

Sai Inspires 25th September 2008 ( What is one most important virtue that we must follow, that will help our Journey to God?)

Practice moderation in speech. That will help you in many ways. It will develop Prema (Love), for most misunderstandings and factions arise out of carelessly spoken words. When the foot slips, the wound can be healed. But when the tongue slips, the wound it causes in the heart of another will fester for life. The tongue is liable to four big errors - uttering falsehood, scandalising, finding fault with others, and excessive articulation. These have to be avoided if there has to be Shanthi (Peace) for the individual as well as for the society. The bond of brotherhood will be tightened if people speak less and speak sweet. You are all spiritual aspirants at various stages of the road and mounam (Silence) as a discipline will be valuable for you.

Cobalah untuk bersikap moderat dalam kaitannya dengan ucapan/tutur-katamu. Praktek seperti ini akan membantumu dalam banyak hal, yaitu antara lain ia akan mengembangkan Prema (cinta-kasih). Pada umumnya perselisihan paham maupun pertikaian diakibatkan oleh karena ucapan yang secara keliru diutarakan. Apabila kaki kita terpeleset, maka luka yang ditimbulkan masih bisa disembuhkan. Namun apabila ucapan yang meleset, maka luka yang diakibatkannya (dalam hati orang-lain) akan membekas untuk selamanya. Ketahuilah bahwa lidah kita sangat berpotensi untuk melakukan keempat jenis kesalahan, yakni: mengucapkan hal-hal yang tidak benar (falsehood), bergosipan/isu-isuan (scandalising), mencari-cari kesalahan orang lain serta terlalu banyak omong. Keempat hal ini haruslah dihindari apabila kita menginginkan adanya Shanthi (kedamaian) bagi diri kita sendiri maupun bagi masyarakat banyak. Ikatan persaudaraan akan semakin erat jikalau kita berbicara seminimal mungkin dan secara lemah-lembut. Engkau semuanya adalah aspiran spiritual dalam berbagai tahapan perjalanan dan ingatlah bahwa mounam (silence/hening/diam) adalah disiplin yang akan sangat berharga & bermanfaat bagimu.

-Sri Sathya Sai Speaks, Vol 1 Ch 10, July 22, 1958.

Wednesday, September 24, 2008

Sai Inspires 24th September 2008 ( How to easily comprehend the principle of oneness in every being, that is present at all times?)

You might wonder and even doubt how it is possible for the Lord to dwell in every being. Have you not seen one single mango seed, grow into a tree which gives thousands of fruits? In each of the fruit, there is to be found a seed, very identical to the one which was first planted. So too, the One Lord, can be found in every being created by His Will.

Engkau mungkin merasa heran atau bahkan meragukan tentang kemungkinan Tuhan yang dikatakan bersemayam di dalam diri setiap mahluk.... Bukankah engkau melihat bahwa dari satu biji buah mangga, bisa bertunas dan akhirnya tumbuh menjadi sebatang pohon besar yang menghasilkan ribuan buah? Dan di dalam setiap buah mangga itu, terdapat pula biji mangga yang identik dengan biji yang telah ditanamkan sebelumnya. Nah, perumpamaan seperti ini berlaku juga terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Beliau bisa dijumpai/ditemukan di dalam diri setiap mahluk yang diciptakan oleh-Nya.

-Sri Sathya Sai Speaks, Vol 1 Ch 8, Mar 24, 1958.