Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Wednesday, July 23, 2008

Sai Inspires 23rd July 2008 ( How can education lead us ultimately to happiness?)

Good education must be such that it covers both worldly and spiritual matters. Out of education comes humility, and out of such humility comes the right to acquire good qualities. From such a right, you will be able to acquire wealth. Once you acquire wealth, you will be able to follow the path of dharma (right action) ; and once you follow the path of righteousness, you will be happy in this world as well as in the spiritual world.

Pendidikan yang benar seharusnya mencakup baik aspek duniawi maupun spiritual. Pendidikan menghasilkan humility (kerendahan-hati) dan dari humility, engkau akan memperoleh kualitas (diri) yang baik. Dengan berbekal kualitas (diri) yang positif itu, maka engkau akan mendapatkan kesejahteraan. Selanjutnya, dengan kesejahteraan yang engkau miliki, maka engkau bisa mengikuti jalan dharma; dan apabila engkau mengikuti jalan kebenaran (dharma), maka engkau akan berbahagia baik di dunia ini maupun di dunia spiritual.

- Summer Showers, 1976.

Wednesday, May 14, 2008

Sai Inspires 14th May 2008 ( What is the true devotion and the soul of education?)

God can be realized only through love. Your devotion must be such that God seeks you. Like a child crying ceaselessly till the mother rushes to pacify it, like a calf calling for its mother-cow, like a forlorn wife praying for the return of her husband, the devotee should feel the yearning for His coming. Bhajans and japas (chanting His name) do not constitute Bhakti (devotion). You must yearn for the love of the Lord. Along with your studies, cultivate devotion and spiritual discipline. Spirituality is the summum bonum of education.

Tuhan hanya bisa direalisasikan melalui jalan cinta-kasih. Devotion (bhakti)mu haruslah sedemikian rupa sehingga Tuhan yang akan turun untuk mencari keberadaanmu (dan bukan sebaliknya). Seperti halnya seorang anak yang menangis tak berkesudahan hingga akhirnya sang ibu datang untuk menenangkannya, atau seperti seekor anak lembu yang memanggil-manggil induknya, atau seperti seorang isteri yang berdoa agar suaminya kembali ke rumah dengan selamat... demikianlah hendaknya seorang bhakta mendambakan kedatanganNya. Praktek-praktek bhajans dan japas bukanlah bhakti (devotion) dalam arti yang sebenarnya. (Devotion yang sebenarnya adalah) rasa rindu atas cinta-kasih Tuhan. Sejalan dengan proses pembelajaranmu, kembangkanlah devotion serta disiplin spiritual. Spiritualitas adalah inti-sari dari semua bentuk pendidikan.

- Divine Discourse, June 25, 1989.

Thursday, November 22, 2007

Sai Inspires - 22nd November 2007 (What is real education? What should it confer on the students?)

In the educational system today, the spiritual element has no place. This cannot be true education. Education must proceed primarily from the Spirit to Nature. It must show that mankind constitutes one Divine family. The divinity that is present in society can be experienced only through individuals. Education today, however, ends with the acquisition of degrees. Real education should enable one to utilise the knowledge one has acquired to meet the challenges of life and to make all human beings happy as far as possible. Born in society, one has the duty to work for the welfare and progress of society.

Dalam sistem pendidikan dewasa sekarang ini, elemen spiritual tidak mendapatkan tempat atau perhatian yang sebagaimana mestinya. Pendidikan seperti ini bukanlah pendidikan yang sejati. Pendidikan seyogyanya mengajarkan tentang umat-manusia yang merupakan satu keluarga Divine. Divinity yang eksis di tengah-tengah society (masyarakat) hanya bisa dialami melalui masing-masing individu. Namun ironisnya, pendidikan di zaman modern ini hanya berakhir dengan tercapainya gelar kesarjanaan. Pendidikan hendaknya membekali setiap orang dengan kemampuan untuk mendaya-gunakan pengetahuannya demi untuk menghadapi tantangan hidup serta untuk membahagiakan sesama umat manusia. Sebagai insan yang terlahir di dalam society, engkau mempunyai kewajiban untuk bekerja demi kesejahteraan dan kemajuan society.

- Divine Discourse, November 22, 1987.