Showing posts with label society. Show all posts
Showing posts with label society. Show all posts

Saturday, November 24, 2007

Sai Inspires - 24th November 2007 (How can we create the Society of our dreams?)



All men are kith and kin, one family, one aspiration, one attempt at one acquisition. They are all equally Divine; all form the Universal Body of the One God. All are heirs to the Aanandha (bliss) that this awareness can give. Of course, society does not happen when people gather by chance, or get together with no common goal of good. The many-faceted skills and intelligences that are contributed by the many must flow pure and clear, untarnished by egoistic desires along the channel of the spirit; then, they will feed the roots of truth and goodness; they will ensure peace, for, all ideas, of high and low will disappear. This is the criterion for a stable, strong and sweet society; not, mere numbers. Be conscious of the God in each and in all; then, inner equality will impress each so indelibly that the awareness will stay undisturbed. Peace will reign in each and all..

Manusia adalah bagaikan sanak-saudara satu sama lainnya, anggota satu keluarga yang memiliki satu aspirasi dan yang bersama-sama berupaya untuk mencapai satu hal. Mereka semuanya memiliki sifat Divinity dan bersama-sama membentuk Badan Universal dari Satu aspek ke-Tuhan-an. Masing-masing mempunyai hak yang sama dalam mewarisi Aanandha (Bliss) yang dapat diberikan oleh kesadaran (awareness). Memang society tidak serta-merta terbentuk dengan hanya berdasarkan adanya perkumpulan beberapa orang secara kebetulan dan tanpa adanya tujuan bersama yang jelas. Keaneka-ragaman ketrampilan dan kepintaran yang dikontribusikan oleh beberapa orang haruslah mengalir secara murni dan jernih serta tidak ternoda oleh keinginan-keinginan egoistik sepanjang perjalanan Spirit (jiwa). Bila hal itu tercapai, maka ia akan semakin memperkaya akar-akar kebenaran dan kebajikan; sehingga kelak akan membuahkan kedamaian (batin). Inilah kriteria-kriteria suatu society yang mantap, kuat dan indah. Society tidaklah semata-mata ditentukan oleh jumlah kuantitasnya saja. Sadarilah aspek ke-Tuhan-an yang ada di dalam diri setiap insan, sedemikian rupa sehingga kesadaran tersebut tidak akan terganggu (stabil) demi untuk tercapainya kedamaian batin bagi semuanya.

- Divine Discourse, October 1971.

Saturday, November 10, 2007

Sai Inspires - 10th November 2007 (Is there a relationship between our individual spiritual endeavour and society's development?)

There are questions raised: Of what relation is society and social ties with spirit and its glory? Of what relation is the spirit with society's tangles and trickeries? Such questions arise from erring minds. Spiritual endeavour must aim at individual illumination, social betterment and the divinization of the human community. This is extremely urgent and essential. While in society, the divinity inherent in man can blossom more quickly, more widely, more fragrantly. You recognize the world, but, not God who is immanent in it! So too, you see the individual but, not the corpus that is immanent in society.

Beberapa pertanyaan telah diajukan, yaitu yang mempertanyakan tentang keterkaitan antara society (masyarakat) dan hubungan sosial dengan spirit (jiwa) dan kemuliaannya. Apa yang menjadi benang penghubung antara spirit dengan segala kekusutan dan tipu-daya yang eksis di tengah-tengah masyarakat? Pertanyaan seperti ini muncul dari mind yang terjebak dalam kesesatan. Upaya-upaya spiritual hendaknya ditujukan demi untuk tercapainya iluminasi setiap individu, sehingga dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi kehidupan sosial dan akhirnya untuk tercapainya divinization (divinisasi) komunitas umat manusia. Kebutuhan tersebut sudah sangat mendesak dan penting sekali. Divinity yang laten ada di dalam diri setiap insan dapat tumbuh dan berkembang secara cepat dan meluas, hanya apabila manusia berada di tengah-tengah society. Sayang sekali bahwa engkau hanya mengenali dunia ini, tetapi tidak menyadari Tuhan yang melingkupi segalanya! Dengan perkataan lain, engkau hanya melihat individu dari aspek luarnya saja, dan bukannya inti-sejati yang menjiwai segenap society.

- Divine Discourse, October 1971

Monday, October 15, 2007

Sai inspires - 12th October 2007 (Is society in any way related to our individual spiritual growth?)

Wherever men gather with a purpose into a society, there you perceive the Divine - the Sath, Chith and Aanandha (Being, Awareness and Bliss)! A personality has arisen; a clearer flash of reason is evident; a deeper joy fills the hearts. Immerse yourselves in them. This is real spiritual endeavour; not pining in solitude or reveling in the breaking of bonds with others of your kind, priding on your independence! Be with others; in others; for others. Be with all, for all, in all. But, nevertheless, be unattached, be the unfailing source of Love. Therein lies success in spiritual endeavour, the triumph of spiritual discipline. Thus, is the Sai in you manifested; thus is the world fostered; thus is the heart purified enough to install Sai within.

Dimanapun manusia berada, bila tujuannya adalah demi untuk kebaikan society (masyarakat), maka di sana engkau akan menemukan Divine – Sath, Chith dan Aanandha (kebenaran, kesadaran dan bliss)! Di kala itu, personalitas (the real self) akan muncul; pemahaman menjadi semakin jelas dan hati akan terisi oleh kebahagiaan. Benamkanlah dirimu dalam pengalaman tersebut. Inilah upaya-upaya spiritual yang sebenarnya; spiritualitas sama sekali bukanlah diartikan sebagai kegiatan mengasingkan diri ataupun usaha-usaha untuk memutuskan hubungan dengan orang lain serta membanggakan diri dalam kemandirianmu! Justru sebaliknya, engkau harus berdampingan dengan orang lain; di tengah-tengah mereka dan untuk mereka. Be with all, for all, in all. Akan tetapi, walaupun berada di tengah-tengah masyarakat, janganlah engkau terpengaruh (ternoda); sebaliknya, jadilah sumber cinta-kasih. Inilah faktor kesuksesan dalam latihan spiritual, puncak kemenangan disiplin spiritual. Dengan demikian, maka Sai yang ada di dalam dirimu akan termanifestasikan; kelestarian dunia akan tetap terpelihara dan hatimu akan menjadi cukup murni untuk dihuni oleh Sai.

- Divine Discourse, October, 1971.