
Manusia adalah bagaikan sanak-saudara satu sama lainnya, anggota satu keluarga yang memiliki satu aspirasi dan yang bersama-sama berupaya untuk mencapai satu hal. Mereka semuanya memiliki sifat Divinity dan bersama-sama membentuk Badan Universal dari Satu aspek ke-Tuhan-an. Masing-masing mempunyai hak yang sama dalam mewarisi Aanandha (Bliss) yang dapat diberikan oleh kesadaran (awareness). Memang society tidak serta-merta terbentuk dengan hanya berdasarkan adanya perkumpulan beberapa orang secara kebetulan dan tanpa adanya tujuan bersama yang jelas. Keaneka-ragaman ketrampilan dan kepintaran yang dikontribusikan oleh beberapa orang haruslah mengalir secara murni dan jernih serta tidak ternoda oleh keinginan-keinginan egoistik sepanjang perjalanan Spirit (jiwa). Bila hal itu tercapai, maka ia akan semakin memperkaya akar-akar kebenaran dan kebajikan; sehingga kelak akan membuahkan kedamaian (batin). Inilah kriteria-kriteria suatu society yang mantap, kuat dan indah. Society tidaklah semata-mata ditentukan oleh jumlah kuantitasnya saja. Sadarilah aspek ke-Tuhan-an yang ada di dalam diri setiap insan, sedemikian rupa sehingga kesadaran tersebut tidak akan terganggu (stabil) demi untuk tercapainya kedamaian batin bagi semuanya.

