Saturday, May 8, 2010

Sai Inspires 7th May 2010


When one is involved in the world, only worldly thoughts will arise during one’s last moments. To those who yearn wholeheartedly for the Lord, the Lord will present Himself. One may love his/her kith and kin, respect them and keep them in good humour so long as one moves about in the world. But, while still being in the world, one must offer unstinted love and loyalty all through the life to the Lord alone, none else.

Ketika seseorang disibukkan di dunia ini, hanya pikiran duniawilah yang akan muncul pada saat-saat terakhir hidupnya. Bagi mereka yang rindu sepenuh hati pada Tuhan, Tuhan akan segera hadir. Seseorang mungkin mengasihi handai tauland dan sanak saudaranya, menghormati mereka dan memperhatikan mereka dalam menyenangkan hati mereka selama mereka berada di dunia ini. Tetapi, sementara masih berada di dunia ini, seseorang harus memberikan cinta-kasih yang tak habis-habisnya dan loyalitas sepanjang hidup hanya untuk Tuhan, tidak untuk yang lainnya.

-Divine Discourse, May 6, 1983

Thursday, May 6, 2010

Sai Inspires May 6, 2010


More fragrant than the sweet smelling flowers like jasmine and lily, softer than butter, more beautiful than the eye of the peacock, more pleasant than the moonlight is the love of a mother. Human life is a journey from 'I' to ‘We’. In this short journey, you have to detach yourself from the body and develop attachment towards the ‘Self’. For this, mother's grace is very essential.

Cinta-kasih seorang ibu lebih wangi dari bunga-bunga yang indah seperti melati dan lili, lebih lembut dari mentega, lebih indah dari mata burung merak, serta lebih menyenangkan dari sinar bulan. Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan dari “I (aku)” menuju “We (kami)”. Dalam perjalanan singkat ini, engkau harus melepaskan dirimu dari badan fisikmu dan mengembangkan keterikatan pada “Self (Atma)”. Untuk ini, rahmat ibu sangatlah penting.

-Divine Discourse, 19 Nov 1999

Wednesday, May 5, 2010

Sai Inspires 5th May 2010


You must understand the value of mother's love and her concern for you. You must give your mother the topmost priority. Sometimes, modern youth do not care for their mothers. They think they are highly educated and that their mothers do not know anything. It is a great mistake to think so. Never look down upon your mother. Mothers also should not compel their children to accede to each and every wish of theirs. Through love and sincerity, she should put her children on the proper path. Every mother should aspire that her children should be good; they need not be great.

Engkau harus memahami bahwa cinta-kasih seorang ibu dan perhatiannya hanyalah untukmu. Engkau harus memberikan ibumu prioritas yang utama. Kadang-kadang, pemuda modern tidak perduli dengan ibu mereka. Mereka berpikir mereka berpendidikan tinggi dan ibu mereka tidak tahu apa-apa. Ini adalah kesalahan besar. Jangan pernah memandang rendah ibumu. Ibu juga seharusnya tidak memaksakan anak-anak mereka untuk mengikuti setiap keinginan mereka. Melalui cinta-kasih dan ketulusan, ibu seharusnya menempatkan anak-anaknya pada jalur yang benar. Setiap ibu seharusnya berkeinginan bahwa anak-anaknya haruslah baik; mereka tidak perlu hebat.


-Divine Discourse, 19 November 1999

Tuesday, May 4, 2010

Sai Inspires 4th May 2010


Your nature is revealed by your acts, gestures, looks, speech, food habits, dress and the manner in which you conduct yourself. Therefore, you must pay attention to ensure that your speech, movements, thoughts and behavior are all correct and filled with love and nobility, devoid of wildness and waywardness. You have to develop the humility to believe that you have much good to learn from others. Your enthusiasm, aspiration, resolution, capacity to work, knowledge and wisdom have to be directed towards the welfare of all and not utilized solely for your selfish ends. You should be broad-minded and cultivate all-embracing love.

Sifatmu terlihat dari tindakan-tindakan, gerak tubuh, penampilan, gaya berbicara, kebiasaan makan, pakaian, dan sikap bagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri. Oleh karena itu, engkau harus memastikan bahwa ucapanmu, gerak-gerikmu, pikiranmu, dan tingkah lakumu semuanya benar dan dipenuhi dengan cinta-kasih dan kemuliaan, sama sekali tanpa sifat liar dan ketidakpatuhan. Engkau harus mengembangkan kerendahan hati untuk percaya bahwa engkau mempunyai banyak sifat-sifat baik untuk dipelajari dari orang lain. Antusiasmu, aspirasimu, resolusimu, kemampuan untuk bekerja, pengetahuan dan kebijaksanaan harus diarahkan untuk kesejahteraan semuanya dan tidak digunakan hanya untuk tujuan-tujuan yang mementingkan diri sendiri. Engkau seharusnya memiliki wawasan luas dan mengembangkan cinta-kasih yang merangkul semuanya.

-Divine Discourse, Vidya Vahini, Chapter VIII

Monday, May 3, 2010

Sai Inspires 3rd May 2010


A farmer clears and levels the land, removes the stones and thorns, ploughs and prepares the field, manures and nourishes the soil, waters and applies fertilizers on it. Then he sows the seeds and transplants the saplings. This is followed by the process of weeding and spraying of pesticides. Finally, after a long wait, he reaps the harvest. Once the crop is harvested, he then winnows it, threshes it and finally stacks the produce. All these various processes are for the sake of feeding the stomach. So too, one must feel that hunger, thirst, joy and sorrow, grief and loss, suffering and anger, food and appetite are but impulses that impel us towards attaining the Presence of the Lord. If you have this attitude, no sin will ever tarnish your actions. Over time, these impulses too will vanish, without a trace.

Seorang petani membersihkan dan meratakan lahannya, menghilangkan bebatuan dan semak berduri, membajak dan menyiapkan lahan, memeliharanya, mengairi serta memberikan pupuk diatasnya. Setelah itu, petani tersebut menabur benih dan menghasilkan tanaman muda. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan penyiangan dan penyemprotan pestisida. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, ia menuai panen. Setelah tanaman dipanen, ia kemudian menampinya, memukul-mukulkannya (mengiriknya), dan akhirnya mendapatkan tumpukan hasil. Semua proses yang dilakukan ini demi memberi makanan pada perut. Demikian juga, seseorang harus merasakan bahwa lapar, haus, suka dan duka, kesedihan dan kehilangan, penderitaan dan kemarahan, makanan dan nafsu makan bukanlah merupakan desakan yang mendorong kita untuk mencapai Kehadirat Tuhan. Jika engkau memiliki sikap seperti ini, dosa tidak akan menodai tindakanmu. Seiring dengan berjalannya waktu, dorongan ini akan lenyap, tanpa meninggalkan jejak.

- Prema Vahini, Chapter"Sat-Sankalpa is the Path for Attaining the Presence"

Sai Inspires 2nd May 2010



Vidya (true knowledge) instructs you to reform yourself first. After transforming yourself, try to reform others. That is the advice offered by Vidya. The delusive attachment to the objective world can be uprooted by means of selfless service rendered as worship to the Lord. Genuine devotion is characterized by love for all, at all times, everywhere.

Vidya (pengetahuan sejati), pertama-tama menginstruksikan pada dirimu untuk memperbaiki dirimu menjadi lebih baik. Setelah mentransformasi dirimu, cobalah untuk mereformasi orang lain. Hal inilah yang disarankan oleh Vidya. Keterikatan pada benda-benda duniawi dapat ditumbangkan dengan cara melakukan pelayanan tanpa pamrih yang dipersembahkan sebagai pemujaan kepada Tuhan. Pengabdian yang sejati ditandai dengan kasih untuk semuanya, dimana-mana dan setiap saat.

-Divine Discourse, Vidya Vahini, Chapter VIII.

Sai Inspires 1st May 2010


For beings immersed in the world, there are two obstacles that must be overcome: the craving for animal desires and the craving of the tongue. Every one of you must conquer these. So long as they persist, they cause sorrow. These are the causes of all sins, and sin is the manure on which maya (delusion) thrives. Those aspiring for liberation should subdue the senses. To conquer these desires, whatever activity you do - eating, walking, studying, serving or moving - you should perform them in the belief that they lead you to the presence of God. Every action should be done in a spirit of dedication to the Lord.

Bagi setiap mahluk yang ditenggelamkan dalam kehidupan duniawi, ada dua hambatan yang harus diatasi: nafsu hewaniah dan keinginan untuk memuaskan lidah. Setiap orang harus menaklukkan hambatan-hambatan ini. Jadi selama hal-hal tersebut tetap ada dalam diri manusia, hal tersebut menyebabkan penderitaan. Inilah penyebab dari semua dosa, dan dosalah yang memupuk Maya (delusi) tumbuh dengan subur. Mereka yang menginginkan pembebasan, haruslah menaklukkan inderanya. Untuk menaklukkan keinginan ini, apapun aktivitas yang engkau lakukan - makan, berjalan, belajar, melayani atau melangkah, engkau seharusnya melakukan hal tersebut dalam keyakinan bahwa itu akan mengarahkanmu ke hadirat Tuhan. Setiap tindakan harus dilakukan dalam semangat pengabdian pada Tuhan.

- Prema Vahini, Chapter "Sat-Sankalpa is the Path for Attaining the Presence"