Thursday, June 10, 2010

Sai Inspires 10th June 2010


People believe that incarnations of God happen only for two reasons - the punishment of the wicked and the protection of the righteous. These represent only one aspect. The Avatar or the Divine Incarnation is really the concretisation of the yearning of the seekers of God. It is the solidified sweetness of the devotion of godly aspirants. The granting of peace and joy, and sense of fulfilment to seekers who have striven long... this too is His task. The primary reason for the formless Divine to assume the Form is for the sake of the aspirants and the seekers.

Orang-orang percaya bahwa inkarnasi Tuhan hanya terjadi karena dua alasan – menghukum orang yang jahat dan melindungi kebenaran. Ini hanya mewakili satu aspek. Avatar atau Inkarnasi Tuhan sebenarnya adalah wujud dari kerinduan para pencari Tuhan. Hal ini memperkuat rasa bhakti para peminat spiritual. Merupakan tugas-Nya untuk memberikan karunia kedamaian dan kebahagiaan, serta pemenuhan kepada para pencari Tuhan yang telah berjuang sekian lama .... Alasan utama Tuhan yang tidak berwujud mengambil wujud adalah diperuntukkan demi para peminat spiritual dan pencari Tuhan.

- Bhagavatha Vahini, Chapter "The Bhagavatha".

Sai Inspires 9th June 2010


The role of a sanyasi (monk) can be likened to a species of fish. The fish moves around in the depth of the lake; it does not stay at one spot. And while moving around, it eats up worms and the eggs of pests, thus cleansing the water. So too, the sanyasi should always be on the move, journeying into the far corners of the land. His duty is to cleanse the society of evil by his example and precept. He must transform it by his teachings into a society free from vice and wickedness.

Peran seorang Sanyasi dapat disamakan dengan suatu spesies ikan. Ikan bergerak di sekitar kedalaman danau; ia tidak akan diam di satu tempat. Dan sementara bergerak, ikan memakan cacing dan telur hama, sehingga membersihkan air. Demikian juga, Sanyasi seharusnya selalu bergerak, mengadakan perjalanan sampai jauh di ujung dunia. Tugasnya adalah untuk membersihkan masyarakat dari kejahatan dengan memberikan contoh dan ajaran-ajarannya. Dia harus mengubah masyarakat dengan ajaran-ajarannya sehingga masyarakat menjadi bebas dari sifat buruk dan kejahatan.

- Vidya Vahini, Chapter XI.

Tuesday, June 8, 2010

Sai Inspires 8th June 2010


Acquisition of the Higher Knowledge alone can fulfil the main purpose of human life. Such knowledge makes one aware that one is not the inert, non-sentient body, but is really the consciousness itself manifesting as the embodiment of "Being-Awareness-Bliss" (Sat-Chit-Ananda). When this truth dawns and is experienced, one is liberated; one is freed from the fog of ignorance (ajnana) even in this very life. One becomes a Jivan Muktha, a person liberated even while alive.

Hanya dengan mendapatkan pengetahuan yang lebih tinggi dapat memenuhi tujuan utama dari kehidupan manusia. Pengetahuan yang seperti itu membuat seseorang menyadari bahwa ia bukanlah inert, bukan pula kesadaran badan, tetapi benar-benar mewujudkan kesadaran itu sendiri sebagai perwujudan dari "Being-Awareness-Bliss" (Sat-Chit-Ananda). Ketika kebenaran ini disadari dan dialami, seseorang dibebaskan. Salah satunya adalah dibebaskan dari kabut kebodohan, (Ajnana) bahkan dalam kehidupan ini. Seseorang yang dibebaskan bahkan saat hidupnya, ia dapat menjadi Muktha Jivan.

-Sutra Vahini, Chap, "Vedas, the Voice of the Divine".

Monday, June 7, 2010

Sai Inspires 7th June 2010


You have to achieve many objectives during this life. The highest and the most valuable of these is winning the mercy and love of God. The love of God will add unto you the wisdom you need for attaining unshakeable inner peace. Everyone should endeavour to have an understanding of the true nature of the Divine. If you want to succeed in this pursuit, you have to cultivate the spirit of service and be engaged in good deeds which will earn you the gratitude of all people. Thus, you not only accomplish the task of cleansing your consciousness, but also become a fit candidate for achieving spiritual victory.

Engkau harus mencapai banyak tujuan dalam hidup ini. Tujuan yang tertinggi dan yang paling berharga dalam dunia ini adalah memenangkan rahmat dan kasih Tuhan. Kasih Tuhan akan menambahkan kebijaksanaan yang engkau butuhkan untuk mencapai kedamaian batin. Setiap orang seharusnya berusaha untuk memiliki pemahaman tentang sifat sejati Tuhan. Jika engkau ingin berhasil dalam pencarian ini, engkau harus menanamkan semangat pelayanan dan terlibat dalam perbuatan baik sehingga engkau akan mendapatkan ungkapan rasa terima kasih dari semua orang. Jadi, engkau tidak hanya menyelesaikan tugas menyucikan kesadaranmu, tetapi juga menjadi kandidat yang baik untuk mencapai kemenangan spiritual.

-Vidya Vahini, Chap XI.

Sai Inspires 6th June 2010


For establishing oneself in the contemplation of the Omnipresent Lord, there are no limitations of time or space. There is nothing like a special time or a holy place. Wherever the mind revels in the contemplation of the Divine, that becomes the holy place. Whenever the mind meditates on the Lord, that becomes the most auspicious moment. The world can achieve prosperity through disciplined souls whose hearts are pure and who represent the salt of the earth. Everyone, from this very moment, should pray for the advent of such holy souls, try to deserve the blessings of the great, endeavour to forget one’s sufferings and promote the welfare of the world.

Untuk membangun diri sendiri dalam perenungan bahwa Tuhan di mana-mana, tidak ada batasan waktu ataupun ruang. Tidak ada waktu khusus atau suatu tempat yang suci. Dimanapun pikiran sedang dalam perenungan Tuhan, tempat tersebut menjadi tempat yang suci. Kapanpun pikiran bermeditasi pada Tuhan, saat itu adalah waktu yang terbaik. Dunia ini dapat mencapai kesejahteraan melalui orang-orang yang baik serta melalui jiwa-jiwa yang disiplin yang hatinya murni. Semua orang, dari saat ini, seharusnya berdoa bagi munculnya jiwa-jiwa suci tersebut, cobalah untuk menerima berkat itu, serta berusaha untuk melupakan penderitaan seseorang dan meningkatkan kesejahteraan dunia.

- Prema Vahini, "The Qualities a Sadhaka should cultivate".

Saturday, June 5, 2010

Sai Inspires 5th June 2010


Mountain peaks are charming from a distance. When approached, they confront us with terrifying jungles. So too, the samsara (objective world) appears charming when you have not delved into its meaning and value. When discrimination is employed to explore its value, the truth is revealed that the ‘jungles’ of family or the world cannot give genuine happiness. You should learn Atma Vidya, the Knowledge of the Self, and become aware of your reality. By learning it and living it, you can quench your thirst and help to quench the thirst of all mankind.

Puncak Gunung terlihat menawan dari kejauhan. Ketika didekati, kita akan berhadapan dengan hutan yang lebat. Demikian juga, Samsara (objek duniawi) muncul menarik ketika engkau belum menyelidiki arti dan nilainya. Ketika kemampuan membedakan digunakan untuk mencari nilai dan artinya, kebenaran terungkap bahwa 'hutan' keluarga atau dunia tidak dapat memberikan kebahagiaan sejati. Engkau seharusnya mempelajari Atma Vidya, Pengetahuan Atma, dan menyadari realitas yang sebenarnya. Dengan mempelajarinya, engkau dapat memuaskan dahagamu dan membantu untuk memuaskan dahaga seluruh umat manusia.

-Vidya Vahini, Chap X.

Friday, June 4, 2010

Sai Inspires 4th June 2010


People state, "Service to Man is Service to God." No doubt service of humanity is holy, but unless it is merged in the bigger ideal, people will not benefit from it, no matter how huge the magnitude of the service is. You must have faith in the essential divinity of every person and have the Lord in your mind. If you also adhere to the path of Truth and Right Conduct, then it will be considered as Service of the Lord. Mere repetition of the slogan is useless if the service is done without faith in the Divinity of all, and with an eye on the name and fame and fruits of one's action.

Orang-orang menyatakan, "Melayani manusia adalah melayani Tuhan." Tidak diragukan lagi, bahwa melayani orang lain adalah suci, tetapi tanpa menggabungkannya dengan tujuan yang lebih besar, orang-orang tidak akan mendapatkan manfaat dari pelayanan, sebesar apapun pelayanan itu. Engkau harus memiliki keyakinan pada sifat-sifat ketuhanan dari setiap orang dan merasakan Tuhan dalam pikiranmu. Jika engkau juga mengikuti jalan kebenaran dan kebajikan, maka hal itu akan dianggap sebagai Melayani Tuhan. Mengulang-ulang sloka tidak akan berguna jika pelayanan tersebut dilakukan tanpa keyakinan pada ketuhanan dalam semuanya dan dengan perhatian pada nama dan kemasyuran serta mengharapkan hasil dari tindakan yang dilakukan.

-Prema Vahini, Chapter "The Qualities a Sadhaka should cultivate.”