Thursday, June 3, 2010

Sai Inspires 3rd June 2010


You must pray until the world is established in happiness. Only when the Lord arrives, the religion of Truth, Peace, Compassion, Wisdom and Love will grow and prosper. The roadway laid out by holy souls has to be repaired now and then, either by those who travel through it or those who claim authority over it. It is for the sake of such repairs that the Lord sends occasionally some authorised individuals, sages, and divine personages. Through the Sadbodha or good teachings of these, the path opened by the Godmen of the past is again made clear and smooth.

Engkau harus berdoa sampai dunia ini mendapatkan kebahagiaan. Hanya ketika Tuhan telah datang, agama kebenaran, kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan cinta-kasih akan berkembang dan berhasil dengan baik. Jalan yang telah diberikan oleh orang-orang suci ini harus diperbaiki saat ini dan juga di kemudian hari, baik oleh mereka yang melakukan perjalanan melalui jalan ini atau bagi mereka yang menyatakan memiliki otoritas. Tuhan kadang-kadang mengirim beberapa individu yang berwenang, orang-orang bijaksana, dan pendeta, demi memperbaiki hal tersebut. Melalui Sadbodha atau ajaran-ajaran yang baik ini, jalan ini telah dibuka oleh Godmen (penjelmaan Tuhan) di masa lalu yang kemudian dibuat menjadi lebih jelas.

- Prema Vahini, Chapter"The Harvest of a Sadhakae"

Wednesday, June 2, 2010

Sai Inspires 2nd June 2010


Truly speaking, prayers of great, holy people act as an invitation for the advent of the Lord. In the external world, when the subjects need any convenience or help, they approach the rulers and inform them of their needs. So also, in the spiritual kingdom, when there is no possibility of achieving and acquiring devotion, charity, peace and truth, the good and great souls who desire to achieve them, pray to the Lord within themselves. Then, in response to their prayers, the Lord Himself comes into the world and showers His grace on everyone. This is known to all who have read the stories of the Lord.

Berbicara yang benar, berdoa, orang-orang suci mengundang kehadiran Tuhan. Dalam dunia luar, ketika subyek membutuhkan kenyamanan atau memerlukan bantuan, mereka mendekati para penguasa dan menginformasikan mereka tentang kebutuhan mereka. Demikian juga, dalam kerajaan spiritual, ketika tidak ada kemungkinan untuk mencapai dan memperoleh pengabdian, kemurahan hati, kedamaian, dan kebenaran, orang-orang baik dan berjiwa besar yang ingin mencapai hal tersebut, berdoa kepada Tuhan dalam diri mereka sendiri. Kemudian, jawaban atas doa-doa mereka, Tuhan sendiri datang ke dunia dan memberikan rahmat-Nya pada setiap orang. Hal ini telah diketahui oleh semua orang yang telah membaca cerita-cerita tentang Tuhan.

- Prema Vahini, Chap X.

Tuesday, June 1, 2010

Sai Inspires 1st June 2010


Evil qualities such as hatred, envy, greed and ostentation should be uprooted. These traits are vitiating not only common people but even ascetics, monks and heads of institutions. Among these, envy and greed have gone unchecked. What the world needs today is not a new order, a new educational system, a new society or a new religion. Holiness must take root and grow in the minds and hearts of youth and children everywhere: this is the need of the hour. The good and godly must endeavour to promote this as the greatest Sadhana (spiritual practice) that everyone must undertake.

Sifat-sifat buruk seperti kebencian, iri hati, keserakahan, dan kesombongan harus ditumbangkan. Sifat-sifat tersebut tidak hanya melemahkan orang awam tetapi bahkan juga bagi pertapa, biarawan, dan pimpinan. Di antara sifat-sifat ini, iri hati dan keserakahan harus dicegah. Apa kebutuhan dunia saat ini bukanlah pemerintahan yang baru, sebuah sistem pendidikan yang baru, masyarakat yang baru ataupun agama yang baru. Kesucian harus berakar dan tumbuh dalam pikiran dan hati anak-anak dan para pemuda dimanapun mereka berada: ini adalah kebutuhan saat ini. Orang yang baik dan yang beriman harus berusaha untuk mengembangkan sifat-sifat ini sebagai Sadhana (praktek spiritual) terbesar bahwa setiap orang harus melakukannya.

-Vidya Vahini, Chap X.

Sai Inspires 31st May 2010


One's selfish needs have to be sacrificed. There must be constant efforts to do good to others. Your desire should be to establish the welfare of the world. With all these feelings at heart, you must meditate on the Lord. This is the right path. If great men and those in authority are thus engaged in the service of humanity and in promoting the welfare of the world, the thieves of passion, hatred, pride, jealousy, envy and conceit will not invade the minds of common people; the values such as Right Conduct, Mercy, Truth, Love, Knowledge and Wisdom will be safe from harm. The six internal foes called the Arishadvargas can be uprooted only by the teachings of great souls, love for God, knowledge of the Lord and the company of the holy and the great.

Kebutuhan pribadi seseorang harus dikorbankan. Harus ada usaha yang terus menerus untuk berbuat baik kepada orang lain. Engkau seharusnya mempunyai keinginan untuk mensejahterakan dunia. Engkau harus bermeditasi pada Tuhan, dengan sepenuh hati. Ini adalah jalan yang benar. Jika orang-orang besar dan orang-orang yang memiliki otoritas terlibat dalam pelayanan kemanusiaan dan turut serta dalam memajukan kesejahteraan dunia, maka keinginan untuk mencuri, kebencian, kesombongan, cemburu, iri hati dan perasaan angkuh tidak akan menyerang pikiran orang-orang biasa; sehingga nilai-nilai seperti kebajikan, kemurahan hati, kebenaran, cinta-kasih, pengetahuan dan kebijaksanaan akan aman dari bahaya. Keenam musuh internal yang disebut Arishadvarga dapat ditumbangkan hanya dengan ajaran-ajaran suci, cinta-kasih Tuhan, pengetahuan tentang Tuhan dan pergaulan dengan orang-orang suci dan agung.


- Prema Vahini, Chapter "The Qualities a Sadhaka Should Cultivate."

Sai Inspires 30th May 2010


People have now become more vicious than ever. They utilize their intelligence and skills to indulge in cruelty. They relish and revel in inflicting pain on others so much that as history reveals, around 15,000 wars have been waged in the last 5,500 years. The impending atomic war threatens to destroy the entire human race. What exactly is the cause of all this anxiety and fear? It is clear that the beast in the human being is still predominant and has not yet been overcome. Only when this is achieved can our country attain peace and joy.

Orang-orang sekarang telah menjadi lebih kejam dibandingkan dengan sebelumnya. Mereka menggunakan kecerdasan dan kemampuan mereka untuk menurutkan kekejaman. Orang-orang menikmati dan bersenang-senang dalam menyakiti orang lain, seperti diungkapkan dalam sejarah, sekitar 15.000 perang telah dilancarkan dalam 5.500 tahun terakhir. Perang atom yang akan datang mengancam untuk menghancurkan seluruh umat manusia. Apa sebenarnya penyebab semua kecemasan dan ketakutan ini? Ini disebabkan karena sifat hewaniah masih dominan dalam manusia dan belum dapat diatasi. Hanya ketika sifat ini bisa diatasi, maka negara kita dapat mencapai kedamaian dan suka cita.

- Vidya Vahini Chapter 9.

Sai Inspires 29th May 2010


For fire to increase or decrease, fuel is the only cause. The more the quantity of fuel, brighter will be the illumination. Fire has the power to give light by its very nature. So too, in the fire of intellect of the spiritual aspirant, the fuel that produces renunciation, peacefulness, truth, kindness, forbearance and selfless service has to be constantly fed so that the light of wisdom is produced. The more ‘fuel’ placed, the more the efficacious and effulgent the spiritual practitioners will become. Only trees growing on fertile soil can yield good harvest. Trees which grow on saline soils will bear only poor yield. So also, it is only in hearts that are unsullied can holy feelings, divine power and gifts shine in splendour.

Untuk kebakaran besar ataupun kecil, satu-satunya penyebab adalah bahan bakar. Semakin banyak jumlah bahan bakarnya, maka akan lebih terang cahayanya. Sifat dasar api adalah memiliki kekuatan untuk memberikan cahaya. Demikian juga, dalam api kecerdasan dari para pencari spiritual, bahan bakar yang menghasilkan tanpa keterikatan, kedamaian, kebenaran, kebaikan, kesabaran dan pelayanan tanpa pamrih harus terus-menerus diberikan sehingga akan dihasilkan cahaya kebijaksanaan. Semakin banyak bahan bakarnya, semakin baik dan semakin besarlah api para praktisi kerohanian. Hanya pohon-pohon yang tumbuh di tanah yang subur yang dapat menghasilkan panen yang baik. Pohon yang tumbuh pada tanah yang mengandung garam hanya akan menghasilkan panen yang buruk. Begitu juga, hanya di dalam hati yang suci tak ternoda, kekuatan Tuhan serta berkat Tuhan bersinar dalam kemuliaan.

-Prema Vahini, Chap. The Harvest of a Sadhaka.

Sai Inspires May 28, 2010


For political or other reasons, some persons are arrested and kept in detention in order to preserve law and order of the country. They are kept confined in big bungalows and given special treatment as befits their status and provided meals and also luxury articles as commensurate with their grades in social and political life. However, around the bungalow and the garden, there are always policemen on guard. Whatever be the standard of life enjoyed by the prisoner, he is not a free man. So too, a person confined in the ‘prison’ of the world should not be feel elated over the sensual comforts he/she can enjoy. He/she must not feel proud of their friends and kinsmen around but must recognize and keep in mind that he/she is in prison.

Untuk alasan politik atau lainnya, beberapa orang ditangkap dan ditahan dalam ruang tahanan untuk mempertahankan hukum dan ketertiban negara. Mereka dipenjara di bungalow besar dan diberi perlakuan khusus seperti layaknya status mereka dan diberikan makanan dan juga barang mewah yang sepadan dengan tingkatan mereka dalam kehidupan sosial dan politik. Namun, di sekitar bungalow dan kebun tersebut, akan selalu ada polisi berjaga-jaga. Bagaimanapun standar hidup yang dinikmati oleh tawanan tersebut, mereka bukanlah orang bebas. Demikian juga, orang yang dikurung dalam 'penjara' dunia ini seharusnya tidak merasa gembira atas kenyamanan yang mereka nikmati. Mereka seharusnya tidak merasa bangga dengan teman-teman dan sanak saudara di sekitar mereka tetapi harus menyadari dan mengingat dalam pikiran mereka bahwa dia sebenarnya berada di penjara.

- Vidya Vahini, Chap 9 .