Friday, February 26, 2010

Sai Inspires 26th February 2010


The expression "God is no where" can remain unchanged; there is no need to confront or contradict that expression. The only thing necessary is to read the "w" in "where", in conjunction with the previous "no", so that it becomes, "God is now here!" The negative suddenly becomes positive! Similarly, by merely unifying your vision towards God in one direction, the distinctions and differences you see in the world disappear and the Many becomes One. Great devotees from all faiths have all realized this truth by their unwavering faith, won through the purification of the mind.

Ungkapan “God is no where” (Tuhan tidak ada dimanapun) bisa saja tidak berubah; tidak perlu mempertentangkan atau menyangkal ungkapan tersebut. Yang penting adalah cara kita membaca huruf “w” pada kata “where”, sambungkanlah dengan kata sebelumnya yaitu “no”, sehingga kalimat tersebut menjadi, “God is now here!” (Tuhan sekarang ada disini). Maka yang negatif serta merta menjadi positif! Demikian juga, dengan hanya menyatukan pandanganmu ke arah Tuhan, maka jarak dan perbedaan yang engkau lihat di dunia ini menjadi lenyap dan yang semula terlihat Banyak menjadi Satu. Pencari spiritual yang agung dari seluruh kepercayaan telah memahami kebenaran ini dengan keyakinan yang tak tergoyahkan, yang dicapai melalui pemurnian pikiran.

-Divine Discourse, Vidya Vahini.

Sai Inspires 25th February 2010


A word to those who are overwhelmed by the burden of worldly responsibilities and anxieties and to those who find themselves unable to pray to the Highest...Maybe you have condemned yourself as undeserving or you may not have faith in the Highest: Do not give up! You must desire and adopt every means to attain joy, peace of mind and lead an exemplary life. With the gift of life as a human being, one should not disown the nature of humans. You must firmly resolve that you will not allow yourself into depths of demonic beings or the level of beasts! The spiritual path can and will awaken, strengthen and sustain your desire and resolution!

Satu nasihat bagi mereka yang terbenam oleh beban tanggung jawab dan kekhawatiran duniawi dan bagi mereka yang merasa tidak mampu untuk berdoa kepada Tuhan… Mungkin engkau telah menyalahkan dirimu sendiri dan merasa diri tidak layak atau engkau mungkin belum memiliki keyakinan kepada Tuhan: Jangan menyerah! Engkau harus benar-benar memiliki keinginan yang kuat dan mencoba berbagai cara untuk meraih kebahagiaan, kedamaian pikiran dan meniti jalan hidup yang penuh keteladanan. Berbekal anugerah hidup dengan menjelma sebagai manusia, seseorang jangan sampai mengingkari sifat alami dari umat manusia. Engkau harus memutuskan dengan tegas bahwa engkau tidak akan membiarkan dirimu terjatuh ke jurang kejahatan atau turun ke tingkatan binatang buas! Jalan spiritual pasti bisa dan akan dibangun, diperkuat dan menopang harapan dan keputusanmu!

-Divine Discourse, Leela Kaivalya Vahini

Thursday, February 25, 2010

Sai Inspires 24th February 2010


Spiritual exercises such as puja (worship), bhajans (loving adoration), dhyana (meditation ) are activities prompted by devotion to take you to a higher plane. Controversy about their efficacy should not be indulged in by those who are unaware of the depths and heights to which they can lead. These can be gained and judged only through actual practice. The proof lies in one's personal experience alone.

Latihan-latihan spiritual seperti misalnya puja (persembahyangan), bhajans (menyanyikan lagu pujian penuh kasih), dhyana (meditasi) adalah kegiatan yang dilakukan dengan penuh bakti untuk membawamu pada tataran yang lebih tinggi. Janganlah terjebak dalam perdebatan tentang kemujaraban atau kemanjuran masing-masing cara tersebut oleh mereka yang tidak menyadari ketinggian atau kedalaman jalan yang mereka bisa tempuh. Hal itu hanya bisa dicapai dan dinilai melalui praktek yang nyata. Pembuktiannya ada pada pengalaman pribadi masing-masing orang semata.

-Divine Discourse, Leela Kaivalya Vahini

Tuesday, February 23, 2010

Sai Inspires 23rd February 2010


When one desires to rid coal of its black colour, what can soap and water do? Nor can washing it in milk help. The only means is to put it in a fire. That will turn it into a heap of white ash. In the same manner, when one is anxious to destroy the darkness of ignorance and the dirt of desire, the knowledge of the Self is necessary. Darkness can be ended only with the help of Light. We cannot overwhelm darkness by attacking it with more darkness. Knowledge of the Self is the illumination that one needs to destroy the inner darkness. Each one of you must win it for yourself through steady faith and ardent devotion.

Kalau seseorang ingin menghilangkan warna hitam dari sebongkah arang, apa bisa dilakukan memakai sabun dan air? Bahkan mencucinya dengan susu pun tidak akan membantu. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara membakarnya. Maka arang hitam tersebut akan berubah menjadi abu yang putih. Dengan cara yang sama, ketika seseorang sangat ingin menghilangkan kegelapan akibat kebodohan dan kekotoran hawa nafsu keinginan duniawi, maka pengetahuan akan Diri Sejati sangatlah diperlukan. Kegelapan hanya bisa diakhiri dengan bantuan Cahaya. Kita tidak akan bisa mengatasi kegelapan dengan memakai kegelapan. Pengetahuan tentang Sang Diri Sejati adalah penerangan yang diperlukan oleh seseorang untuk menghancurkan kegelapan dalam dirinya. Engkau harus berusaha meraih penerangan ini untuk dirimu sendiri melalui keyakinan yang teguh dan pengabdian yang penuh semangat.

- Divine Discourse, Vidya Vahini

Sai Inspires 22nd February 2010


Poison bearing insects will be at home only in dark, dirty places. No snake or scorpion or any other poisonous insect will enter a room that is kept scrupulously clean. So too, the sacred wisdom cannot enter hearts which are dark and dirty. Instead, poisonous breeds like anger will find these hearts as congenial resorts. The sublime significance of Vidya or Higher Learning can be grasped by one, when the mind is pure. It can be communicated to one only when the pure mind sheds its revealing light.

Serangga beracun hanya akan bersarang di tempat-tempat yang gelap dan kotor. Tidak ada ular atau kalajengking atau serangga beracun lainnya yang akan masuk ke ruangan yang terjaga kebersihannya dengan baik. Demikian juga, kebijaksanaan yang suci tidak akan bisa merasuk ke dalam hati yang gelap dan kotor. Namun, bibit racun seperti misalnya kemarahan akan memakai tempat seperti ini sebagai tempat berlindung yang menyenangkan. Kemuliaan makna dari Vidya atau Pendidikan Tinggi akan dapat diresapkan oleh seseorang, hanya jika pikirannya telah murni. Hal itu bisa disampaikan ke seseorang hanya jika pikiran yang murni telah memancarkan cahayanya.

-Divine Discourse, Vidya Vahini.

Sai Inspires 21st February 2010


Give up the feelings "I" and "you". Only then can you understand the glory of that which is neither “I” nor “mine”. This does not mean you renounce everything. Deal with the world as duty demands, in a spirit of detachment. The acid test by which an activity can be confirmed as holy and sacred is to examine whether it promotes attachment or bondage. The activity is unholy or sinful if it arises from or promotes greed. With the intent of fulfilling your legitimate duties, pray to God to keep you alive for a hundred years. You will not incur blame. This is the lesson from true education.

Hilangkanlah perasaan “aku” dan “kamu”. Hanya dengan demikianlah maka engkau akan bisa memahami keagungan yang bukan “aku” ataupun “milikku”. Hal ini tidaklah berarti engkau harus melepaskan segalanya. Tetaplah berurusan dengan dunia sejauh yang diperlukan sebagai kewajiban yang harus engkau tunaikan, namun tetap dengan semangat ketidakterikatan. Batu uji untuk menilai apakan suatu tindakan bisa digolongkan sebagai keramat dan suci adalah dengan memeriksa apakah hal itu menumbuhkan kemelekatan atau keterikatan. Suatu tindakan dipandang sebagai tidak suci atau penuh dosa jika hal itu muncul dari keserakahan atau menumbuhkan keserakahan. Dengan maksud untuk menunaikan tugasmu, berdoalah kepada Tuhan untuk menganugerahimu umur panjang. Engkau tidak akan menimbulkan kesalahan. Ini adalah pelajaran dari pendidikan yang sejati.

- Divine Discourse, Vidya Vahini

Sai Inspires 20th February 2010


Vidya is the process of education which teaches one that the cosmos is the manifestation of the Lord's Sport. “Ishaavaasyam Idam Jagath” - the whole world is the residence of the Lord! Therefore, no one should entertain a sense of personal possession or even a trace of egoism. Renounce the feeling of attachment, feel the presence of the Lord everywhere. Welcome the bliss that the Lord confers on you and experience it with thankfulness, without being bound by desires. This is the message of the ancient sages and seers.

Vidya adalah proses pendidikan yang mengajarkan seseorang bahwa alam semesta adalah perwujudan Tuhan. “Ishaavaasyam Idam Jagath” – seluruh dunia ini adalah tempat tinggal Tuhan! Maka dari itu, tidak seharusnyalah seseorang memuaskan hawa nafsu akan kepemilikan pribadi atau bahkan menapakkan jejak keakuan. Singkirkanlah rasa keterikatan, rasakanlah kehadiran Tuhan dimana-mana. Sambutlah kebahagiaan yang dianugerahkan Tuhan kepadamu dan nikmatilah kebahagiaan tersebut dengan penuh rasa terima kasih, tanpa terikat oleh hawa nafsu keinginan. Ini adalah pesan dari orang-orang suci dan pencari spiritual jaman dahulu.

-Divine Discourse, Vidya Vahini