Saturday, August 15, 2009

Sai Inspires 15th August 2009


The arishadvargas (six inner enemies - desire, anger, greed, infatuation, pride and jealousy) are responsible for one's misconduct and suffering. If one behaves in the same way as animals, in what way is one superior to them? When one makes proper use of intellect, one will not suffer. All matters relating to the world are like passing clouds. When God is present in everyone and everywhere, how is that one faces hardship and misery? The reason is that one has filled their heart with bestial tendencies. One has to drive them out and cleanse the heart. For instance, in a tumbler filled with water, if you want to fill it with milk, the water has to be poured out. Similarly in order to fill your heart with noble feelings, you have to get rid of the evil qualities.

Arishadvargas (enam musuh dalam diri – hawa nafsu, kemarahan, keserakahan, tergila-gila, kesombongan dan iri hati) adalah penyebab tingkah laku seseorang menjadi tidak benar dan mengakibatkan penderitaan. Jika seseorang bertingkah laku layaknya binatang, apa yang membuat orang tersebut menjadi lebih tinggi tingkatannya dari binatang? Ketika seseorang mempergunakan kecerdasannya dengan tepat, tidak akan ada yang akan menderita. Semua benda duniawi adalah bagaikan awan yang melintas berlalu. Ketika Tuhan selalu hadir dalam diri setiap orang dan setiap tempat, bagaimana mungkin manusia bisa menghadapi kesulitan dan penderitaan? Penyebabnya adalah manusia mengisi hatinya dengan kecenderungan hewani. Manusia harus melenyapkan kecenderungan hewani tersebut dan membersihkan hatinya. Sebagai contoh, di dalam sebuah gelas minuman yang penuh dengan air putih, jika engkau ingin mengisinya dengan susu, maka air tersebut harus dikeluarkan terlebih dahulu. Demikian halnya jika engkau ingin mengisi hatimu dengan kebaikan, maka engkau harus melenyapkan keburukan terlebih dahulu.

-Divine Discourse, Oct 10, 2002

No comments: