Tuesday, November 10, 2009

Sai Inspires 10th November 2009


The Lord's Name is like a mountain of sugar. Approach that mountain, have faith in it, taste it anywhere and experience that joy. The highest devotee is the one who ever revels in that joy. Others there are who live beside the mountain, enjoying for sometime the Bliss of constant remembrance of the Lord and at other times, experiencing the objects of the world. Such devotees are of the middle class. Some devote a quarter of their time to the Lord and three quarters to the world. These are the lower class of devotees. There are also others who take shelter at the foot of the mountain of Lord's Name when a calamity hits them and move far away from it when the crisis is over. Of these four grades, the highest type of devotees are those who steadily cling to the path of devotion and enjoy the Bliss throughout their lives. Resolve today that the purpose of human birth is to reach the Lord through worship. All experience, all knowledge, all actions should be directed towards that goal.

Nama Tuhan adalah bagaikan gunung gula. Dekatilah gunung tersebut, yakinilah, rasakanlah ia dimanapun dan raihlah kebahagiaan karenanya. Pemuja yang tertinggi adalah ia yang selalu ada dalam kebahagiaan tersebut. Yang lainnya adalah mereka yang hidup disamping gunung tersebut, yang separo waktu menikmati Kebahagiaan dari mengingat-ingat Tuhan dan pada saat yang lain, menikmati benda-benda duniawi. Pemuja semacam itu adalah dari tingkat menengah. Beberapa pemuja lain menghabiskan seperempat waktunya untuk Tuhan dan tiga per empat waktunya untuk keduniawian. Mereka adalah dari tingkatan yang lebih rendah. Ada juga pemuja yang mencari perlindungan di kaki gunung Nama Tuhan saat malapetaka menimpa dan menjauh ketika bencana tersebut berlalu. Dari keempat macam pemuja tersebut, yang tertinggi adalah mereka yang tanpa tergoyahkan tetap bertahan pada jalan pengabdian dan menikmati Kebahagiaan sepanjang hidup mereka. Sadarilah saat ini juga bahwa tujuan dari kelahiran sebagai manusia itu adalah untuk mencapai Tuhan melalui pemujaan. Semua pengalaman, semua pengetahuan, segala tindakan haruslah diarahkan untuk menuju pada tercapainya tujuan hidup tersebut.

-Divine Discourse, Prasanthi Vahini

No comments: