Monday, November 2, 2009

Sai Inspires 2nd November 2009


The present state of affairs is due to people losing faith in themselves and in the sastras (scriptures) . Those who claim to have faith do not conduct themselves according to the scriptures and nourish them. Consequently, goodness and good habits have gone out of the world and wicked habits and degradation has gained the upper hand. This is incorrect and needs transformation. A child may refuse to swallow a pill when it is in the bed, suffering from fever. It may clamour for a plantain, instead of a pill. Do you know what to do at that time? Do not omit the pill. Insert the pill inside the plantain and offer it to the child to be swallowed. It's desire is satisfied. The fever too, comes down. The fundamental has not been discarded. It has remained unchanged. Only the method of administering it has been modified. So too, in the mi dst of crazy habits and behaviors, fundamental scriptures must be presented in a way it is easy to absorb; it must be practised, understood, experienced and enjoyed.

Peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi sekarang ini adalah akibat hilangnya keyakinan orang-orang terhadap diri mereka sendiri dan juga terhadap sastra (kitab suci). Mereka menyatakan dirinya memiliki keyakinan namun tidak menjunjung tinggi dan tidak berperilaku sesuai tuntunan kitab suci. Akibatnya, kebaikan dan kebiasaan baik semakin menghilang dari dunia dan kebiasaan buruk serta penurunan martabat semakin bertambah. Itu semua adalah tidak benar dan perlu adanya perubahan. Seorang anak mungkin akan menolak minum pil pahit ketika ia sedang terbaring sakit di tempat tidur, menderita demam. Dia mungkin meminta pisangnya saja, namun tidak mau minum pil. Tahukah engkau apa yang harus dilakukan saat itu? Jangan buang pil tersebut. Masukkanlah pil tersebut ke dalam pisang dan berikanlah kepada sang anak untuk ditelan. Keinginan sang anak terpenuhi, demikian juga sakit demamnya akan sembuh. Hal yang mendasar janganlah diabaikan. Ia tidak akan pernah berubah. Hanya cara menguasainya sajalah yang telah disesuaikan. Demikian halnya, ditengah-tengah kebiasaan dan tingkah laku yang bobrok saat ini, kitab-kitab suci yang menjadi dasar haruslah disampaikan dengan cara sedemikian rupa sehingga mudah diserap; kemudian harus dilanjutkan dengan dilakukan, dipahami, dialami dan pada akhirnya akan dinikmati.

- Divine Discourse, Prasanthi Vahini

No comments: