Saturday, November 21, 2009

Sai Inspires 21st November 2009


Prayer must be united with practice. You should not pray for one thing and practice another; such prayer is only a means of deception. The words you utter, the deeds you do, the prayers you make - all must be directed along the same path. If you slander others, and look down upon them, you will instead have turmoil and along with the turmoil, all the attendant sorrow and pain! This is incorrect practice. When the food is taken by the hand to the mouth, and then chewed and swallowed, the essence spreads to every part of the body. So also, when the hands are engaged in acts promoting peace, the tongue must be occupied with prayers for peace. Let these virtues saturate your thought, word and deed. This is the basis for genuine peace...for the individual and the word.

Doa haruslah selaras dengan tindakan. Engkau jangan sampai berdoa untuk satu hal namun bertindak lain; doa semacam itu berarti menipu diri sendiri. Kata-kata yang engkau ucapkan, tindakan yang engkau lakukan, doa yang engkau lantunkan – semua harus diarahkan melalui jalan yang sama. Jika engkau memfitnah orang lain, dan memandang rendah pada mereka, engkau akan mengalami kekacauan dan seiring dengan itu, hadirlah penderitaan dan kesedihan! Ini adalah tindakan yang tidak benar. Ketika makanan diambil dengan tangan dan disuapkan ke dalam mulut, dan kemudian dikunyah dan ditelan, sari pati makanan tersebut akan menyebar ke seluruh bagian tubuh. Demikian juga, ketika tangan sibuk dalam kegiatan menegakkan kedamaian, mulut haruslah disibukkan dengan doa untuk kedamaian. Jadikanlah kebajikan ini memenuhi pikiran, perkataan dan perbuatanmu. Ini adalah dasar dari kedamaian yang sejati… untuk setiap orang dan seluruh dunia.

-Divine Discourse, Prasanthi Vahini

No comments: