Friday, July 3, 2009

Sai Inspires 3rd July 2009


Once the person is drawn to the Divine, the process of culturing or "Samskara" begins. Without this, the individual is fallow and feeble. He has no dignity or personality. A worthless steel lump is transformed by skilful manipulation and reconstruction into a watch that is worth several units of money. This is the result of the Samskara, which turned a steel lump into an useful tool for indicating time. In a similar manner, one can be transformed into a noble, efficient, happy and disciplined member of the society by implanting in him/her good thoughts, good feelings, good deeds and good emotions. Such transformed persons will spontaneously engage themselves in the task of promoting human welfare. They will be promoters of the ideals of the brotherhood of the man and the fatherhood of God.

Begitu engkau tertarik pada Ketuhanan, maka proses pengolahan atau “Samskara” akan dimulai. Tanpa proses ini, seseorang hanya akan tetap kosong dan lemah. Ia tidak mempunyai martabat atau kepribadian yang baik. Potongan baja yang tidak berguna bisa diubah dengan memanfaatkan keterampilan membuat dan membentuk menjadi jam yang berguna dan berharga. Ini adalah hasil dari Samskara, yang mengubah potongan baja menjadi alat yang berguna untuk menunjukkan waktu. Dengan cara yang serupa, seseorang bisa diubah menjadi orang yang mulia, berdaya guna, bahagia dan disiplin yang berguna bagi masyarakat dengan memupuk pikiran yang baik, perasaan yang baik, perbuatan yang baik dan emosi yang baik. Orang yang telah mengalami perubahan seperti itu tanpa diminta akan segera ikut serta dalam tugas-tugas memajukan kesejahteraan umat manusia. Mereka akan menjadi penganjur keteladanan akan persaudaraan antara sesama umat manusia dan sifat kebapakan Tuhan.

- Divine Discourse, Nov 23, 1976

No comments: