Showing posts with label Goals. Show all posts
Showing posts with label Goals. Show all posts

Friday, May 30, 2008

Sai Inspires 30th May 2008 (Words of encouragement, on what should be our only goal)

If you immerse a pot in water, there is water in the pot and also around the pot. The water inside is not different from the water outside. The same is true of God. The scriptures say: Antarbahisca Tat Sarvam Vyapya Narayanah Sthitah - ‘God is present inside, outside, everywhere’. It is the same God who is within as well as without. You must have unshakeable faith in this truth, in this basic fact concerning the Divine. Neverforget God, no matter what the problems or difficulties. Don't you have a mind? Don't you have aspirations and goals? Be firm; be resolute. God must be your goal, and you must pursue it with steadfast determination. Today, man is not doing that; he is following goals set by others, by foolish and thoughtless people. What do you achieve by this? Nothing! On the other hand, you lose even what you have.

Jikalau engkau mencelupkan sebuat pot ke dalam air, maka baik di dalam maupun di luar pot tersebut tentunya akan terdapat air. Air yang terdapat di bagian dalam tidaklah berbeda dengan air yang ada di bagian luarnya. Analogi yang sama juga berlaku untuk Tuhan. Kitab suci menyatakan bahwa: Antarbahisca Tat Sarvam Vyapya Narayanah Sthitah - 'Tuhan eksis di dalam, di luar dan dimana-mana.' Tuhan yang sama terdapat di dalam dan juga di luar. Engkau harus memiliki keyakinan yang mantap tentang kebenaran ini yang menyangkut fakta mendasar tentang Sang Ilahi. Apapun dan bagaimanapun juga bentuk kesulitan yang engkau hadapi, janganlah engkau melupakan Tuhan. Apakah engkau tak mempunyai mind? Apakah engkau tak memiliki aspirasi maupun tujuan (hidup)? Milikilah kemantapan hati. Tuhan harus dijadikan sebagai tujuan (hidupmu), dan engkau harus mengupayakan tercapainya tujuan itu dengan tekad yang bulat. Ironisnya, tiada manusia yang melakukan hal seperti itu sekarang, mereka malah justru mengikuti sasaran/tujuan yang ditetapkan oleh orang lain (istilahnya mengekor) yang notabene bodoh secara batiniah. Apa yang engkau harapkan dari tindakan seperti itu? Tidak ada sama sekali! Sebaliknya engkau justru akan kehilangan hal-hal (positif) yang telah engkau capai.

- Divine Discourse, May 22, 2000 .

Thursday, May 15, 2008

Sai Inspires 15th May 2008 ( What is our goal and how should we progress towards it?)

When you feed the cow with fermented gruel so that it may yield more milk, the milk emits an unpleasant smell. When people engross themselves too much with the trifles of the world, their conduct and character become unpleasant. It is indeed tragic to witness the downfall of the 'child of immortality' (man), struggling in despair and distress. If only every one examines these: What are my qualifications? What is my position? They can soon realize their downfall. Will a tiger, however hungry, eat popcorn or monkey nuts? Aim at the goal which your lineage entitles you; how can the parrot taste the sweetness of the mango if it pecks at the fruit of the cotton-tree? Let your effort be in-keeping with the dignity of the goal. Never slacken effort, whatever the obstacle, however long the journey.

Ketika engkau memberi makan hewan lembu dengan fermented gruel (sejenis bubur - makanan hewan) agar ia menghasilkan lebih banyak susu, maka susu yang dihasilkan olehnya akan menebar aroma yang kurang sedap. Nah, demikian pula, ketika manusia melibatkan dirinya terlalu banyak dalam hal-hal keduniawian, maka perilaku dan karakternya juga menjadi kurang menyenangkan. Sungguh tragis melihat runtuhnya (martabat) 'anak-anak Tuhan' (manusia) ini, yang berjuang dalam keputus-asaan. Seandainya setiap orang melakukan evaluasi terhadap pertanyaan berikut ini: Apa kualifikasi-ku? Apa kedudukan-ku? Maka segera mereka akan menyadari hal-ihwal yang menyebabkan kejatuhannya. Apakah seekor harimau yang lapar akan memakan popcorn atau kacang monyet? Tidak bukan!? Untuk itu, engkau harus mempunyai ancang-ancang terhadap tujuan yang lebih tinggi yang memang merupakan jatahmu. Bagaimanalah mungkin seekor burung parrot (kakak-tua) menikmati manisnya buah mangga jikalau buah yang sedang dipatoknya itu adalah buah pohon kapas? Pastikanlah usaha-usaha yang engkau lakukan memang sejalan dengan tujuan utamamu. Entah seberapapun panjangnya & beratnya perjuangan dan perjalananmu, yang terpenting adalah engkau tidak boleh lengah & mengendurkan upayamu sama sekali.

- Divine Discourse, September 7, 1966.