Showing posts with label Bliss. Show all posts
Showing posts with label Bliss. Show all posts

Wednesday, July 30, 2008

Sai Inspires 30th July 2008 (What can we do today to experience Anandha?)

Do not exaggerate the importance of things that have material utility; they fade even as you grasp them by the hand.  Search for  "Sath" - that which suffers no change. Search for "Chith" - the state of consciousness, Search for"Anandha" - the bliss that emanates from Prema, Divine Love. This love has no blemish of attachment, is unaffected by gusts of passion, is pure, and free from egoism or the desire to possess.  Then alone can you experience the Light, and illumine the path for others. Be like bees hovering on the Glory of the Lord, sucking the nectar of Grace, silently and joyfully.

Janganlah terlalu mementingkan hal-hal yang hanya memiliki unsur materialitas (keduniawian); sebab mereka pasti akan lapuk (oleh waktu), bahkan ketika mereka berada di dalam genggamanmu sekalipun. Sebaiknya carilah Sath - sesuatu yang tidak mengalami perubahan. Carilah Chith - keadaan kesadaran yang tidak terpengaruh oleh letupan emosi, kesadaran yang terbebas dari unsur egoisme maupun keinginan untuk memiliki. Hanya dengan demikian, barulah engkau bisa mengalami sendiri 'the Light' (cahaya Keilahian) yang akan menerangi jalan bagi orang lain juga. Carilah Aanandha, kebahagiaan (bliss) yang bersumber dari Prema; cinta-kasih tanpa noda kemelekatan. Jadilah seperti kawanan lebah yang berkerumun di bunga-bunga kemuliaan Tuhan, menghisap nectar manis Rahmat Ilahi.

- Divine Discourse, 25 April 1961.

Wednesday, April 16, 2008

Sai Inspires 16th April 2008 ( How can we experience perennial bliss?)

It is not all that important how much you love God; what is more important is how much God loves you. God is the embodiment of Sat Chit Ananda. Sat means that which is eternal. Chit is total awareness. When water and sugar are mixed with each other, you get syrup. Likewise, the combination of Sat and Chit results in Ananda (bliss). The happiness that you experience out of worldly pleasures is momentary. You will attain true and everlasting bliss, only when you turn your vision inward and experience the Atma

(Self). It has no form, but is full of bliss.


Tidaklah penting untuk mengetahui seberapa besar cinta-kasihmu terhadap Tuhan, tetapi yang jauh lebih penting adalah seberapa besar cinta-kasih Tuhan terhadap dirimu. Beliau adalah perwujudan Sat Chit Ananda. Sat diartikan sebagai sesuatu yang bersifat abadi. Chit adalah kesadaran total. Apabila air dicampur dengan gula, maka engkau akan mendapatkan sirup. Demikian pula, kombinasi Sat dan Chit akan menghasilkan Ananda (bliss). Kesenangan yang engkau peroleh dari kenikmatan duniawi bersifat sementara. Bliss sejati dan abadi hanya akan bisa engkau peroleh apabila engkau memalingkan pandanganmu ke dalam dirimu sendiri serta merealisasikan Atma (Self) yang tak berwujud, namun penuh dengan bliss.


- Divine Discourse, November 19, 1999.

Sunday, March 30, 2008

Sai Inspires - 30th March 2008 ( How can we use our mind to fill ourselves with bliss?)

A key performs both the functions of locking and unlocking the lock. When it is turned left, the lock gets locked; when it is turned right, the lock is opened. In man, the heart is the lock; mind is the key. When the mind is turned Godward, the heart develops detachment. When the mind is turned towards the world, the heart develops attachment.Thus both detachment and attachment result from the way the mind functions. When the mind is directed towards Prakruthi (Nature or the phenomenal world), bondage ensues. When you turn your mind towards Divinity, you experience Ananda (bliss).

Sebuah anak kunci mempunyai fungsi ganda, yaitu untuk mengunci dan untuk membuka. Ketika ia diputar ke kiri, maka kunci itu menjalankan fungsinya untuk mengunci; tetapi jikalau diputar ke kanan, maka ia akan membuka. Di dalam diri manusia, hati nuraninya adalah bagaikan pintu/gembok; sedangkan mind (batinnya) adalah sebagai anak kunci. Ketika batin diarahkan kepada Tuhan, maka di dalam hati kita akan terbentuk ketidak-melekatan. Sebaliknya, jikalau batin ini diarahkan kepada hal-hal duniawi, maka kemelekatan akan tumbuh subur di dalam hatimu. Dengan demikian, baik ketidak-melekatan maupun kemelekatan adalah merupakan buah hasil dari fungsi batin. Apabila engkau menyuapi batinmu dengan Prakruthi (fenomena alam atau duniawi), maka terjadilah keterikatan. Tetapi seandainya engkau berpaling kepada Divinity, maka engkau akan merasakan bliss (Ananda).

- Divine Discourse, May 6, 1988.