Monday, February 18, 2008

Sai Inspires - 18th February 2008 (When can we find true contentment and peace?)


Man feels that riches are paramount, but what he fancies as wealth are but material, momentary, trivial things. Character, virtue, brotherhood, charity - these are the real riches. The company of the good and godly is the wealth that is most worthy. Wisdom is the most precious wealth. The educated person must live with this conviction. Search for mere riches can never confer contentment and peace of mind. Each one yearns for lasting joy but does not stop to discover from where it can be got. It is not available anywhere outside him.

Manusia merasakan bahwa kekayaan (duniawi) adalah hal yang paling penting. Kekayaan yang diangan-angankan oleh manusia sebenarnya hanya bersifat material, temporer dan terdiri atas hal-hal yang trivial (sepele). Kekayaan yang sejati justru terletak pada ada/tidaknya karakter yang luhur, rasa persaudaraan dan sikap kedermawanan. Pergaulan dengan mereka yang saleh dan percaya kepada Tuhan merupakan kekayaan yang paling berharga. Demikian pula, kebijaksanaan (wisdom) juga merupakan kekayaan yang sungguh amat bernilai. Para kaum terpelajar haruslah hidup dengan berdasarkan keyakinan ini. Mengejar kekayaan semata-mata tidak akan bisa memberimu kepuasan sejati dan kedamaian batin. Setiap orang beraspirasi untuk mendapatkan kebahagiaan, namun ia tidak mau berhenti sejenak untuk merenungkan dimanakah sumber kebahagiaan itu terletak. Ketahuilah bahwa sumber tersebut tidak ada di luar, melainkan terdapat di dalam dirimu sendiri.

- Divine Discourse, December 1st, 1982.

No comments: