Saturday, March 29, 2008

Sai Inspires - 27th March 2008 ( Which is that love that can liberate us?)

Man's nature is Prema, Love. He cannot survive a moment, when deprived of Love. It is the very breath of his life. When the six vices, to which he was attached so long, disappear, Love is the only occupant of the heart; but Love has to find an object, a Loved one. It cannot be alone. So, it is directed to the dark-blue Divine Child, the charming cowherd Boy, who is Purity Personified, who is the embodiment of service, sacrifice and selflessness, who has taken residence in that cleansed Altar. There is no scope now for any other attachment to grow. So, step by step, this Love for Madhava (God) becomes deeper, purer, more self-denying, until at last, there is no other need for thought and the individual is merged in the Universal.

Sifat dasar manusia adalah Prema (cinta-kasih). Bilamana ia kekurangan cinta-kasih, ia tidak dapat bertahan hidup bahkan hanya untuk sesaat sekalipun. Boleh dikatakan bahwa cinta-kasih sudah menjadi nafas kehidupannya. Ketika keenam musuh batin - yang telah menimbulkan kemelekatan di dalam diri manusia - sirna; maka tertinggallah cinta-kasih sebagai satu-satunya penghuni hati nurani. Namun walaupun begitu, cinta-kasih tetap membutuhkan sesuatu obyek untuk dicintainya. Ia tidak bisa bertahan hidup sendirian. Oleh sebab itulah, cinta-kasih diarahkan kepada anak Ilahi yang memiliki sosok kebiru-biruan (Lord Krishna), yang tiada lain adalah sosok menawan dari seorang anak penggembala yang juga adalah personifikasi dari sifat-sifat murni, pelayanan, pengorbanan dan tanpa-keakuan; Beliau memiliki tempat bersemayam di dalam hati yang telah dibersihkan/disucikan. Dalam pada itu, tiada lagi kemelekatan lainnya yang bisa berkembang. Selangkah demi selangkah, cinta-kasih terhadap Madhava (Tuhan) menjadi semakin dalam, murni, tanpa keakuan; hingga pada akhirnya, tiada lagi pikiran oleh karena setiap individu telah bersatu kembali kepada Yang Maha Universal.

- Bhagavatha Vahini.

sai

No comments: