Thursday, August 30, 2007

Sai Inspires - 30th August 2007




Man is the highest object in creation. Man should not be a creature of instincts like the animals, which are subject to Nature, but should become a master of Nature. He should progress from the Nara (human) to the Narayana (Divine). An intelligent human being should not regard himself as bound by Samsara (worldly attachments). It is not the world that binds man. It has neither eyes to see nor hands to grasp. Man is a prisoner of his own thoughts and desires. In his attachment to the ephemeral and the perishable, man forgets his inherent Divinity and does not realize that everything in the Universe has come from the Divine and cannot exist without the power of the Divine.



Manusia merupakan obyek ciptaan yang tertinggi. Oleh sebab itu, seyogyanyalah manusia tidak berperilaku seperti mahluk yang mengikuti nalurinya seperti layaknya kaum hewani. Manusia harus menjadi penguasa alam, dan bukannya menjadi bulan-bulannya. Manusia harus memajukan dirinya dari Nara (manusia) menjadi Narayana (Divine/Ilahi). Manusia yang intelligent hendaknya tidak membiarkan dirinya terikat oleh Samsara (kemelekatan duniawi). Sebenarnya yang mengikat manusia bukanlah dunia yang tidak memiliki mata untuk melihat serta tangan untuk mengenggam. Manusia ‘dipenjarakan’ oleh pikiran dan keinginannya sendiri. Dalam kemelekatannya atas hal-hal yang bersifat sementara dan semu itu, manusia telah melupakan sifat Ilahi yang ada di dalam dirinya, sehingga akibatnya ia tidak menyadari bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berasal dari Sang Ilahi dan tidak akan bisa bertahan tanpa adanya kekuatan dari-Nya.



- Divine Discourse, December 25, 1987.

No comments: